9.100 Pelaku UMKM Pernah Jadi Mitra Binaan PT Timah

Lokal

FORUMKEADILANBABEL.COM, PANGKALPINANG,- Sejak 19 tahun lalu PT Timah telah menggandeng pelaku UMKM di wilayah operasional melalui program Kemitraan baik peminjaman modal hingga pembinaan. Mulai dari tahun 2000 hingga 2019 tercatat sebanyak 9.100 UMKM yang menjadi mitra binaan PT Timah dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp 212 miliar. Hingga 2019 masih ada 4.245 mitra UMKM yang masih aktif dalam program kemitraan PT Timah.

Program Kemitraan PT Timah yang menjadi bagian dari CSR PT Timah kian diminati pelaku usaha, hal ini terbukti hampir rata-rata setiap tahunnya ada ratusan proposal pengajuan yang masuk. Melalui Program kemitraan ini PT Timah memberdayakan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha.
“Program kemitraan PT Timah tidak hanya soal permodalan, tapi untuk mitraan binaan strategis kita memberikan pembinaan dan dukungan promosi melalui pameran. Program kemitraan ini kan sifatnya dana bergulir, satu pelaku UMKM hanya boleh tiga kali melakukan perpanjangan pinjaman karena tujuannya memandirikan,” kata Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan, PT Timah Tbk, Anggi Siahan.

BACA JUGA :  PDKP dan Saksi-saksi Ini Ungkap Fakta-fakta Pelanggaran Hukum PT Pulomas

Untuk tahun 2020, kata Anggi PT Timah menganggarkan dana Rp 21,5 miliar untuk program dana bergulir mitra PT Timah. Penyaluran dana bergulir ini dilakukan dua kali dalam satu tahun untuk beberapa sektor usaha seperti perdagangan, pertanian, jasa, perkebunan, perikanan dan beberapa sektor lainnya.
“Kita ada pembinaan juga misalnya mengajak pelaku UMKM untuk study banding ke pelaku usaha, lalu kita mengajak mereka untuk pameran nasional dan lokal. Tahun 2020 ini saja sudah ada agenda 3 pameran yang akan diikuti mitra PT Timah,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Bangka Belitung Elfiyena mengatakan penyaluran dana CSR (Corporate Social Responsibility) PT Timah kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mulai ada perkembangan untuk para pelaku UMKM sendiri.
“Beberapa UMKM yang dibina oleh PT Timah sudah naik kelas. Jadi bantuan tersebut ada kelihatan lah, dari yang kita dampingi,” ungkap Elfi, Kamis (6/2/2020).
Lebih lanjut ia menjelaskan pihak PT Timah melalui dana CSR membantu para UMKM dari segi kemasan, pembinaan dan rumah produksinya. “Dana tersebut sangat membantu ya, akan tetapi harapan kita kepada PT Timah kalau bisa kelegalan perizinan dilengkapi. UMKM bisa merasa jadi UMKM, legal sendiri bila memiliki Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), buatnya juga mudah,” terangnya.

BACA JUGA :  Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Santri Nasional, Molen Sampaikan Soal Ini

Ia menilai penyaluran CSR ini cukup baik untuk perkembangan UMKM di Bangka Belitung, sebab dalam mengembangkan hal tersebut tidak bisa hanya oleh pemerintah, akan tetapi perlu bantuan dari berbagai stake holder.
“Kita harus bergerak bersama-sama tidak bisa sendiri, pemerintah hanya fasilitas, semua stake holder punya kewajiban seperti Perbankan, BUMD, dan BUMN bahkan UMKM senior punya kewajiban membina UMKM juniornya. Mudah-mudahan kedepan lebih baik lagi,” tutupnya.

Salah satu Mitra Binaan PT Timah, Juli Arman Sutejo mengatakan, dirinya sangat terbantu dengan adanya program kemitraan PT Timah, selain dibantu secara permodalan, PT Timah juga membantu promosi produknya.
“Saya Alhamdullillah terbantu sekali, karena kan untuk mengembangkan produk ini yang menjadi kendala kita di permodalan. Program kemitraan ini juga bunganya kecil sekali dan tidak memberatkan kita sistemnya,” kata pemilik produk Asiri ini.

BACA JUGA :  Desa Belo Laut "Wajib Makmur", Bantuan Uang Tunai Pembelian Satu Unit Ambulan dan 200 Paket Sembako Kembali Diserahkan ke Desa Oleh Mitra KIP PT Timah, Tbk

Ia menyebutkan, kini dirinya sudah mengembangkan tiga produk dengan bahan baku serai, yakni sabun serai, minyak serai dan parfum serai. Dirinya juga telah beberapa kali dajak pameran oleh PT Timah Tbk untuk mempromosikan produknya.
“Saya sudah diajak pameran juga dan lumayan tinggi omset penjualan saat pameran, dengan diajak pameran seperti itu kita jadi termotovasi dan menambah wawasan karena kan kita juga lihat produk orang di luar. Saya berharapnya juga nanti, PT Timah bantu membuatkan rumah galeri untuk kita memasarkan produk secara rutin, kalau pameran kan hanya sesekali,” harapnya.

Pelaku UMKM asal Pulau Belitung ini juga berharap program kemitraan ini akan terus berlanjut dan semakin banyak UMKM yang dapat terbantu. Baginya, melalui program kemitraan akan semakin cepat membuat UMKM untuk berkembang. (Adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.