Molen Katakan akan Atur Skema dan Retribusi Pengolahan Sampah

Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) pimpin rapat skema dan penarikan sampah serta retribusi uang sampah disetiap kelurahan dan kecamatan se-kota Pangkalpinang. Hasilnya, lurah dan petugas Satgas Smile yang akan memungut uang tersebut selanjutnya 1 X 24 jam akan langsung disetorkan ke Kas daerah dengan target 10 miliar pertahun. Kamis,(6/2)

Hal ini diungkapkan oleh Molen ketika ditemui awak media seusai memimpin rapat koordinasi bersama lurah, camat dan OPD terkait. Molen mengatakan jika pihaknya akan mengatur seperti apa skema dan retribusi pengolahan sampah yang ada di kelurahan.

“Mulai bulan ini retribusi dan skema penarikan uang sampah sudah bisa dilakukan oleh Lurah dan petugas Satgas Smile, selanjutnya uang tersebut akan disetorkan ke Kas daerah kota Pangkalpinang paling lambat 1X 24 jam,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Budaya Melayu Menambah Nilai Kedaerahan Bangka Belitung

Selanjutnya Walikota Pangkalpinang menjelaskan besaran uang sampah yang akan dipungut untuk rumah tangga Rp. 15000, tempat usaha Rp. 50000, Hotel Rp.500.000 dan penginapan sejenisnya Rp. 250.000 per bulan.

“Ini akan belaku hari ini, nanti petugas Satgas Smile yang memungut dan dikoordinir oleh Lurah langsung, kupon sudah selesai dicetak,” jelasnya

Molen juga menyebutkan untuk yang ditarik retribusi sampah adalah mereka yang menggunakan jasa satgas Smile dan pasukan kuning dengan tarif yang berlaku.

“Jika merasa menggunakan jasa satgas Smile dan pasukan kuning maka dikenakan biaya sesuai aturan berlaku, jika tidak merasa menggunakan jasa mereka tidak perlu bayar,” kata Walikota Pangkalpinang.

Walikota Pangkalpinang optimis jika skema baru ini akan berhasil untuk meningkatkan pendapatan daerah kota Pangkalpinang melalui sampah. Tidak tanggung tanggung target pemkot Pangkalpinang mencapai 10 miliar pertahun.

BACA JUGA :  Hasanudin Harap Dengan Dicabutnya Izin PT Pulomas, Pendangkalan Muara Air Kantung Segera Teratasi

“Bayangkan saja, jika dalam satu bulan berdasarkan hitungan kita bisa mencapai 1 miliar uang sampah yang akan masuk ke PAD kita,” sebutnya.

Tidak hanya itu saja, satgas Smile selain mendapatkan gaji dan insentif bagi kesejahteraan mereka dan jika mereka kreatif maka akan bisa mendapatkan uang lebih lagi.

“Selain gaji Rp. 1,5 juta mereka juga dapat upah pungut 5% jika bisa mengelola sampah maka akan dapat uang lebih lagi untuk kesejahteraan mereka,” pungkasnya. (Yuko).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.