Warga Desa Air Duren Keluhkan Jalan Rusak, “Desa Lain Jalannya Dibangun, Desa Kami Tidak Dibangun”

Lokal
Syaiful Ahyar Kades Desa Air Duren

Forumkeadilanbabel.com, Pemali — Warga masyarakat desa Air Duren, Kecamatan Pemali berharap agar pemerintah daerah serta pimpinan dan anggota DPRD Bangka, cepat tanggap dengan kerusakan jalan. Pasalnya banyak jalan rusak dibiarkan saja. Sementara desa yang lain dibangun, namun desa Air Duren tidak dibangun.

Menurut Kades Air Duren, Saiful Ahyar, bahwa dirinya banyak mendapat laporan dari warga, soal jalan rusak di desanya.  Dan ketika dia turun lapangan kondisi jalan memang memperihatinkan. Tentunya dengan kondisi jalan seperti itu, memang sudah layak dilakukan perbaikan dan diaspal,
“Saya selaku kepala desa sudah mengajukan permohonan untuk perbaikan jalan kepada pemerintah, namun hingga saat ini belum ada tindakan apapun dari pemerintah. Kita minta agar bisa membantu pengaspalan jalan karena jalan kita sudah banyak yang kuning,” tutur Syaiful Ahyar, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/1/2020).

BACA JUGA :  Hadiri Peringatan Maulid Nabi, Molen: Vaksin Terbukti Berhasil di Kota Pangkalpinang, Tingkat Penularan Covid-19 Kian Melandai

Dijelaskan Syaiful, bahwa untuk tahun 2020, desa Air Duren hanya mendapatkan bantuan pembuatan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) dan pengerukan alur. Dan tahun ini dipastikan jalan kita tidak akan diaspal. Karena  hanya dapat dua proyek,  yakni pembuatan Spam dengan nilai seratus juta lebih dan pengerukan alur,
“Saya dan warga menginginkan agar jalan desanya bisa diaspal, karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat terlebih lagi bagi pelajar,” ujarnya.

Ditambahkan Syaiful, pihaknya juga mengaku tidak bisa melakukan pengaspalan secara mandiri, mengingat keterbatasan anggaran. Maka dirinya meminta agar pihak DPRD dan Pemkab Bangka bisa membantu desanya.

“Pengaspalan jalan sangat penting. Sedang pemerintah desa hanya mampu untuk membangun siring dan pengerasan jalan tanah puru. Sebab kalau mengaspal jalan tidak mungkin, karena dana desa cuma Rp. 800 juta. Sedangkan aspal satu kilo saja sampai satu miliar lebih,”tandasnya.
Syaiful berharap, tahun 2021 jalan desa Air Duren,  bisa diaspal. “Kenapa desa lain dapat tapi kita tidak, harusnya pemerintah bisa berlaku adil,” tutupnya. (heru sudrajat).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.