Cacat Hukum, Golfer Babel Tolak Hasil Musprov 1 PGI

Lokal
Penyerahan Surat Petisi dari Babel Executive Golfer (BEG) yang diwakili oleh Ketua Rudi Syahwani kepada Ketua KONI Babel, Efandi.(foto-ist)

FORUMKEADILANBABEL.COM, PANGKALPINANG-Puluhan golfer Bangka Belitung yang tergabung di Babel Executive Golfer (BEG) menyatakan menolak hasil Musprov 1 Persatuan Golf Indonesia (PGI) Babel.

Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat yang disampikan langsung kepada Ketua KONI Babel Elfandi pada Kamis (9/1/20) siang. Surat yang ditanda tangani oleh seluruh anggota club tersebut diserahkan langsung oleh Koordinator Ketua, Rudi Syahwani di Kantor KONI Babel.

Kepada Ketua KONI Babel, Ketua BEG Rudi Dan Nico Alpiandi mengatakan penolakan ini dilatar belakangi oleh jalannya Musprov 1 PGI Babel pada 16 Desember 2019 lalu yang dirasa banyak menabrak AD/ART PGI. Tak hanya itu, kejanggalan-kejanggalan lain seperti hak suara, termasuk mereka yang berstatus pemilik suara tanpa ada proses verifikasi.

“Kita sudah tuangkan semuanya dalam surat tersebut, biar tidak terkesan asumsi atau opini kita, maka kita tuangkan dalam risalah kronologi jalannya Musprov. Memang hasil dari Musprov sudah ada, yakni menunjuk bapak Ernawan Rebuin sebagai ketua. Dan itu salah satu yang kita bingung. Orang yang tidak aktif kok malah ditunjuk ketua PGI Babel. Namun secara keseluruhan terlepas siapa pun yang duduk sebagai Ketua PGI Babel, yang paling mendasar sebagai alasan penolakan kita adalah prosesnya yang dipaksa-paksa sehingga mengabaikan AD/ART,” jelas Rudi Sahwani yang juga merupakan Ketua SIWO PWI Babel.

BACA JUGA :  Lewat film BISIKAN JENAZAH, ARBI LEO Support Kebangkitan Perfilman INDONESIA

Ditambahkannya, saat Musprov yang digelar di guest house Black Rock Golf Belitung tersebut, Wasekjen PB PGI, I Gusti Putu Gede bahkan sampai harus berucap bahwa AD/ART GPI yang didownload dari laman PB PGI tersebut salah ketik.

Selain itu PGI Babel sendiri baru diketahui tidak melakukan pembinaan terhadap salah satu anggotanya yakni Bukit Intan Golf (BIG). Karena setelah menumpang berkantor di gedung milik BIG di lapangan golf Girimaya selama lebih dari 1 dekade, ternyata baru diketahui bahwa BIG tidak pernah terdaftar di PB PGI. Alhasil BIG pun harus kehilangan hak suara dalam Musprov 1 PGI Babel tersebut.

“Kita dari BEG sebagai himpunan pegolfer Babel, mengharapkan ada starting yang baik dalam suksesi PGI Babel ini. Sehingga ke depan kita bisa bersinergi untuk bersama-sama memajukan Golf Babel. Tapi kalau seperti ini caranya kita menolak. Dan kami menolak bersinergi. Surat ini juga selain kami sampaikan kepada KONI Babel, juga akan kita kirimkan ke PB PGI biar PB PGI tau bobroknya Musprov PGI di Babel kemaren,” tegas Rudi.

BACA JUGA :  Hasanudin Harap Dengan Dicabutnya Izin PT Pulomas, Pendangkalan Muara Air Kantung Segera Teratasi

Terpisah, Ketua KONI Babel, Alfandi ketika dikinfirmasi membenarkan sidah menerima surat dari BEG. Menurutnya ini akan menjadi masukan, yang akan diteruskan ke PB PGI.

“Suratnya sudah saya terima langsung tadi, saya lihat yang menandatanganinya ada 3 orang Ketua, yakni Muhammad Faturakhman, Rudi Sahwani dan Nico Alpiandi. Selain itu juga ada sekitar 50 golfer yang ikut bertanda tangan termasuk yang dari Belitung. Soal surat itu sendiri akan menjadi perhatian kami. Karena sebagai koordinator Induk Olahraga, termasuk Golf, saya tentu berorientasi pada kemajuan cabang Olahraga itu sendiri. Tapi jika ada masalah seperti ini tentu harus menjadi perhatian. Dan kebetulan saya juga tahu masalahnya karena saya juga ikut hadir dalam Musprov kemarin,” jelas Elfandi.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.