Kades Pangkal Niur, Agustino Berharap Ada Penegakan Hukum dari Aparat terhadap Aktifitas PIP di Wilayah Pantainya

Lokal
Ratusan PIP beraktifitas di wilayah laut Desa Pangkal Niur, Minggu (22/12) membuat warga setempat resah.

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Johan warga Belinyu adalah sosok yang menarik perhatian sejumlah awak media yang berkunjung ke Desa Pangkal Niur.

Pasalnya Johan disebut sebut sebagai koordinator ketua  Ponton Isap Produksi (PIP) yang beroperasi di pantai Sanur Lestari, Tanjung Batu dan pulau Kianak yang jumlahnya kurang lebih ratusan unit.

Hal ini terungkap ketika masayarakat Desa Pangkal Niur melakukan penertiban aktivitas PIP dilaut mereka yang selama ini dijaga agar PIP  tidak masuk dan merusak laut serta  memberikan dampak negatif bagi penghasilan mereka. Minggu,(22/12)

Saat ditemui di kediamannya kepala Desa Pangkal Niur, Agustiono seusai melakukan penertiban dua unit PIP yang sedang parkir dilaut pantai Sanur Lestari mengatakan jika dirinya sempat dipertemukan dengan “Johan” warga Belinyu kabupaten Bangka yang menyebutkan jika ia adalah koordinator ketua PIP di wilayahnya.

BACA JUGA :  Para Santri Iringi Gubernur Tandatangani Prasasti Ponpes Tahfidz Guntur dengan Lantunan Selawat

“Saya sudah lama dengar nama “Johan” warga Belinyu tersebut yang menjadi koordinator ketua PIP dan baru hari ini saya bertemu langsung dengan orangnya,” sebut Agustino.

Tidak hanya itu saja menurut Agustino, kekesalan masyarakat Desa Pangkal Niur sebelumnya, beberapa bulan lalu sudah pernah melakukan pembakaran PIP yang sedang melakukan aktivitas di wilayah laut mereka, hal ini dilakukan agar jangan sampai aktifitas PIP ini berulang kembali.

“Kami sudah membuat pembatas ditengah laut agar para pelaku tambang Timah yang mengunakan PIP tidak melanggar kesepakatan dan hasil musyawarah mufakat bersama masyarakat Desa Pangkal Niur,” tegasnya.

Agustiono pun mengharapkan aktivitas PIP dilaut harus dihentikan agar tidak terjadi permasalahan dikemudian hari, karena apa yang dilakukan oleh sejumlah penambang timah PIP membuat kerusakan dan pencemaran lingkungan dan kehidupan biota laut.

BACA JUGA :  Survei di Puskesmas Penting Dilakukan dalam Meningkatkan Mutu Laboratorium dan Analisa

“Kami harapkan ada penegakkan dari aparat berwewenang baik dari kementerian lingkungan hidup dan instansi terkait agar kerusakan laut bisa segera dihentikan. Aktivitas PIP sangat merugikan apalagi adanya ganti oli mesin dan pembuangan limbah PIP sangat merugikan masyarakat kami,” cetus kades Pangkal Niur.

Dia mengatakan, permasalahan ini sudah pernah disampaikan dalam sebuah forum diskusi bersama dengan kementerian lingkungan hidup di Bangka City hotel Pangkalpinang. Kades Pangkal Niur ini berharap akan ada penindakan hukum atas kerusakan laut akibat aktifitas PIP di wilayah laut mereka.

“Bukannya kami tidak percaya dengan aparat keamanan untuk menindak lanjuti laporan kami, tapi kami butuh kepastian kapan PIP ini bisa angkat kaki dari laut kami, harapan kami minta orang kementerian lingkungan hidup segera turun menyelesaikan permasalahan ini jangan sampai jadi bom waktu dimasyarakat,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Hindari Diskualifikasi, Datang Jangan Terlambat dan Siapkan Perangkat Kerja

Sementara itu, wartawan media ini masih terus melakukan upaya konfirmasi ke pihak terkait, termasuk kepada Johan baik via WA messenger maupun via telpon dan hingga berita ini diturunkan, Johan belum juga memberikan tanggapannya.  (Yuko)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.