Rencana Demo 2000 Masa Kontra Tambang Laut “Sampai petugas Bubar tak Kunjung Datang”

Lokal
Suasana di depan Kantor PT Timah, Senin (16/12). Foto (ist)

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang — Rencana aksi penolakan penambangan timah di Laut Matras, Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka yang kabarnya akan diikuti oleh 2000 orang, di Kantor Pusat PT Timah tbk, Pangkalpinang, Senin (16/12) akhirnya batal.

Dalam pantauan di lapangan ratusan personel Polres Pangkalpinang telah bersiap mengamankan aksi tersebut. Terlihat pula puluhan wartawan berkumpul di depan kantor PT Timah sejak pukul 09.00 WIB guna meliput aksi penolakan tambang di perairan Matras yang kabarnya aksi dimulai pada pukul 9.00 WIB.

Namun hingga aparat kepolisian bubar sekira pukul 12.00 WIB, pergerakan massa yang rencananya menggunakan sejumlah kendaraan tak juga kunjung datang.

“Kabarnya aksinya batal,” kata AP salah seorang wartawan.

BACA JUGA :  Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Molen: Bukti bahwa Vaksin di Pangkalpinang Sudah Berhasil

Sementara itu, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Pangkalpinang, Kompol Jadiman Sihotang membenarkan jika unjuk rasa penolakan tambang laut Matras yang akan dilakukan oleh massa anti tambang batal.

“Benar anggota kita bubarkan karena dapat informasi batal aksi demonya,” kata Kompol Jadiman Sihotang.

Kompol Jadiman Sihotang mengatakan bahwa informasi awal berdasarkan surat izin masuk peserta demo dikatakan berjumlah 2.000 orang.

“Namun berdasarkan informasi jumlah yang akan berangkat demo hanya ratusan. Terakhir informasi yang didapat jumlahnya puluhan. Selanjutnya kita kembali mendapat informasi dibatalkan dan alasan massa batal unjuk rasa juga kurang jelas, silahkan konfirmasi sama koordinatornya,” katanya.

Terpisah, Ardi Pangeran, koordinator Aliansi Babel Tolak Tambang Laut, juga mengakui jika aksi tersebut batal dilaksanakan hari ini lantaran rombongan dari Matras yang akan melakukan aksi demo, tertahan di Sungailiat.

BACA JUGA :  Disparbudkepora Babel Gelar pelatihan KIPAN, Suharto sebut Tingkat Penyalahgunaan Narkoba di Babel Peringkat 6 se Indonesia

“Kendaraan mereka ditahan, ada empat orang siswa dan lima orang dari Matras  di tahan di Polsek,” katanya.

Namun kata dia, alasan kepolisian menahan massa tersebut belum di ketahui secara pasti.

Diketahui sebelumnya rencana aksi unjuk rasa penolakan tambang laut di perairan Matras mencuat setelah adanya anggota Komisi VI DPR, Bambang Patijaya di media yang mendesak Menteri BUMN Erick Thohir untuk menegur dan memperingatkan jajaran direksi PT Timah terkait pengoperasian Kapal Isap Produksi (KIP) di Perairan Matras, Kecamatan Sungailiat, Bangka Belitung dan sekitarnya. (Ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.