APIKRI akan Gandeng Donatur Luar Negeri Kembangkan Kampoeng Rasau menjadi Pusat Ekonomi Kreatif di Babel

Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang- Kelompok Sadar Wisata PGK Pangkalpinang sedang menjajaki program kerjasama dengan APIKRI (Fair Trade Organization) yang beralamat di Yogyakarta yang difasilitasi oleh Universitas Bangka Belitung.

Amir Panzuri, SS Seketaris APIKRI saat mengunjungi Pusat Kuliner, UMKM dan Taman Bermain Keluarga di Kampoeng Rasau menyebutkan bahwa di Kampoeng Rasau ini tersimpan sebuah sumber daya alam yang belum dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarkat sekitar, Sabtu(7/12) sore.

“Ada pontensi alam yang belum dikelola untuk kesejahteraan masyarakat, padahal ini sebuah peluang besar jika digarap dengan baik,” ungkapnya.

Putra kelahiran Bangka yang sudah 40 tahun di Jogja ini hadir ke Kampoeng Rasau karena ingin melihat langsung seperti apa tempat masa kecilnya dahulu setelah dibangun menjadi daratan baru.

BACA JUGA :  Pertama Kalinya, Semua Pemerintah di Bangka Belitung Sukses Meraih Predikat WTP LKPD 2020

“Dulu waktu masih mudah tempat ini merupakan tempat bermain yang sangat indah dan airnya begitu dingin,” kenangnya.

Dalam kesempatan ini ia menjelaskan jika ia akan menjadika tempat ini sebagai pilot projet baru yang nantinya akan berbasis sejarah, kerajinan, kebudayaan dan seni.

“Kampoeng Rasau akan jadi pilot projet kami untuk pengembangan daerah terpadu, dimana nanti disini akan menjadi tempat berkumpulnya para perajin, seniman dan budayawan. Ini akan menjadikan tempat tersebut sebagai pusat ekonomi kreatif di Babel,” jelasnya.

Ia juga meminta kepada kelompok sadar wisata PGK untuk menjaga daerah ini karena ini merupakan daerah resapan air dan juga banyak puron (pucot) yang akan menjadi sebuah daerah wisata yang berkelas jika kita konsep benar-benar.

BACA JUGA :  Diam-diam Oknum Mengaku Pengurus TI Apung "Gentayangan" Minta Persetujuan Warga di Belo Laut

“Kampoeng Rasau ini terdapat resapan air dan juga menyimpan aset berharga jika dikelola,akan memberikan nilai jual tinggi,”katanya.

Ia juga merasa bersyukur karena sudah bisa berkenalan dengan pemuda yang memiliki semangat juang untuk melestarikan sebuah daerah tandus menjadi sebuah pusat ekonomi masyarkat.

“Terus berjuang, tahun depan kami akan datang untuk membuat konsep dan akan mengandeng donatur dari luar negeri, yang bergerak dan mendanai bantuan dibidang daerah resapan air,” pungkasnya. (Yuko).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.