Jika Tidak ada Kejelasan Eksport, Pelaku Eksportir lada Babel ancam Tidak akan Beli Lada Petani

Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang — Pelaku eksportir lada Babel ancam tidak akan membeli lada petani karena tidak ada kejelasan tentang import dan ekport lada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sekarang menjadi polemik kepengurusaan Badan pengelolaan, pengembangan dan pemasaran lada (BP3L) Babel dalam rapat dengar pendapat BP3L, Pengusaha ekportir lada, dan pemerintah daerah di Ruang rapat DPRD Babel, Senin (2/12).

Hal ini diungkapkan oleh salah satu pembeli dan pengusaha lada asal Belitung, Bambang menyebutkan bahwa apa yang dikatakan dan dipersentasikan oleh Prof. Saparudin itu tidak sesuai data yang jelas asal usulnya.

“Lada di Belitung 90% saya yang beli dan tidak ada kapal dari Belitung langsung keluar negeri (Vietnam,red). Jadi datanya dari mana,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Dua Anggota Marinir Ini Siap Bantu 10 Ton Solar dalam Upaya Pendalaman Alur Muara Air Kantung

Tidak hanya itu saja menurut dia jika pihaknya tidak diizinkan mengekport lada sebelum adanya kejelasan tentang aturan yang ada, maka pihaknya juga berhak menolak pembelian lada dari petani.

“Jika kami tidak membeli lada petani, terus bagaimana nasib para petani lada. Ini akan menambah parahnya ekonomi masyarakat Babel, hanya karena adanya dua matahari di BP3L Babel,” tegasnya.

Selanjutnya, Bambang menegaskan jika memang benar bahwa produksi lada di Babel mencapai 33 ribu ton pada tahun depan maka hal ini bisa berbahaya terhadap harga lada di Babel.

“Setahu saya produksi Lada Babel itu hanya 12 ribu ton pertahun, jadi data Prof Saparundin dari mana?,” tanya Ekpotir Lada Babel asal Belitung. Tapi sayangnya Prof. Saparudin kabur dari rapat koordinasi tersebut.

BACA JUGA :  Atasi Keresahan Para Nelayan, Gubernur Erzaldi Segera Kirim Alat Berat Excavator Ke Muara Air Kantung

Tidak hanya itu saja, dalam rapat tersebut pihak dari kemenkumham juga mengungkapkan jika BP3L besutan Zaidan itu tidak sah karena banyak kepengurusannya fiktif dan BP3L yang dipimpin oleh Zainal itu yang resmi dan sah pemilik Indek Georafis (IG) lada putih Mentok.

Hingga berita ini diturunkan, FKB masih mengupayakan meminta konfirmasi pihak BP3L  besutan Zaidan.(Yuko).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.