Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Toilet dan Musholla masih terus Bergulir

Hukum
Kepala Kejaksaan Negeri.Bangka, Jeffri Huawe SH, MH

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat -Kasus dugaan korupsi pada paket Penunjukan Langsung (PL) proyek pembangunan toilet dan mushola milik Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinparpora ) Kabupaten Bangka hingga saat ini masih terus bergulir di Kejaksaan Negeri Bangka.

Demikian ditegaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka, Jaffry Huwae usai melantik Kacabjari Belinyu di aula gedung Kejari Bangka, Selasa (19/11).

“Tim penyidik masih terus melakukan penyelidikan terhadap proyek pembangunan toilet dan mushola” ungkap Kajari Jeffry.

Kajari juga menyebutkan jika tiga proyek paket PL itu tidak dalam pengawalan dari tim TP4D namun bukan berarti lepas dari pantauan TP4D.

“Sebagai penegak hukum kita berkewajiban untuk memantau itu terlepas dari pembangunan strategis ataupun tidak,” tandasnya.

Sementara itu sebelumnya, kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinparpora ) Kabupaten Bangka, Asep Setiawan mengakui jika dirinya sudah 2 kali diperiksa penyidik pidsus Kejari Bangka.

“Sudah dua kali, saya diperiksa oleh jaksa. Besok rencananya saya kembali diperiksa jaksa,” ungkap Asep saat dimintai tanggapannya terkait perkara kasus dugaan korupsi proyek paket PL pembangunan toilet dan musholla di kantornya, Senin (18/11).

Sayangnya Asep terkesan irit bicara soal kasus dugaan tipikor proyek paket PL pembangunan toilet dan musholla ini.
“Hanya sebatas itu yang bisa saya sampaikan. Selebihnya silahkan konfirmasi ke pihak kejari Bangka,” ujar Asep bergegas meninggalkan awak media sembari memohon maaf jika dirinya harus segera ke gedung DPRD untuk melaksanakan rapat, Senin (18/11).

Terpisah, Goh Liong pemborong yang mengerjakan proyek toilet dan musholla milik Dinparpora Kabupaten Bangka yang sebelumnya berkoar-koar jika proyek yang dikerjakan itu sudah sesuai RAB dan spesifikasi tehnik pekerjaan saat dikonfirmasi, Goh Liong justru hanya menjawab tidak tahu.

“Tidak tau wo. Aku tidak tau,” kata Goh liong melalui sambungan telepon, Senin (18/11).

Diketahui sebelumnya dalam rangka penyelidikan terhadap tiga proyek paket PL pembangunan toilet dan mushola, pihak penyidik kejari Bangka telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaksana pembangunan yakni Hermanto dan Goh liong, keduanya warga Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Ketiga proyek paket PL itu bersumber dari Dana Bantuan (Daba) Provinsi Bangka Belitung (Babel) sebesar 500 juta rupiah. Namun pada pelaksanaan Proyek Fasilitas Umum (Fasum) itu berupa pembangunan toilet dan mushola terindikasi terjadi mark up dan dikerjakan tidak sesuai dengan spek. (rom)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.