Kasus Penipuan Jual Beli Lahan, Penyidik akan Periksa Keasliannya di Lab Forensik Palembang

Hukum Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat — Berkas perkara kasus dugaan penipuan jual beli lahan di Dusun Mudel Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka dengan tersangka Hormen mantan Kadus Model masih P19 dan hingga saat ini masih terus dilengkapi oleh penyidik Polres Bangka.

Demikian disampaikan kasat reskrim Polres Bangka, Akp Ricky seizin Kapolres Bangka, Akbp Aris Sulistyono kepada sejumlah wartawan di ruangannya.

” Berkas perkara kasus penipuan jual beli lahan di Dusun Model Desa Air Anyir dengan tersangka Hor (Hormen, red) masih P19. Senin besok, rencananya kita akan melakukan pemeriksaan keaslian tanda tangan dalam surat jual beli lahan tersebut di lab Forensik Palembang,” ungkap Ricky, Jum’at (8/11).

Apabila dalam pemeriksaan di lab Forensik tersebut sudah dilakukan, maka kata Ricky, berkas perkara tersangka Hormen akan segera dilimpahkan ke kejaksaan atau tahap 2.

BACA JUGA :  Antusias Warga Pangkalpinang untuk Divaksin Patut Diapresiasi

“Kalau sudah ada hasil dari pemeriksaan Forensik Palembang maka berkas perkara kasus jual beli lahan tersebut segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk tahap 2,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, H.Hor (Hormen) yang pernah menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) Mudel ditetapkan tersangka oleh penyidik reskrim Polres Bangka dalam kasus jual beli lahan di Dusun Model Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.

Namun meski sudah ditetapkan tersangka, H Hor masih bisa menjalani aktivitasnya sehari-hari lantaran dirinya tidak dilakukan penahanan.

“Kenapa tersangka tidak ditahan, itu ranah atau haknya penyidik. Ditahan atau tidak yang penting tersangka proaktif tidak melarikan diri,” ungkap AKP Ricky Dwiraya Putra SIk, Kasat Reskrim Polres Bangka seizin Kapolres Bangka AKBP Aris Sulityono SH MH beberapa waktu lalu.

Disebutkan Ricky, tersangka H Hor dijerat dengan kasus penipuan yakni pasal 378 KUHP.

“Pasal 378 tersangka Hormen alias H Hor bin Wahap dengan pelapor Muhamad Salim No spdp /37 tgl 12 September 2019,” katanya.

BACA JUGA :  Survei di Puskesmas Penting Dilakukan dalam Meningkatkan Mutu Laboratorium dan Analisa

Dihubungi terpisah,
Kasi Pidum Kejari Bangja, Rizal SH seizin Kajari Bangka, Jefri Huwae SH.MH membenarkan kalau berkas H.Hor kini sudah tahap 1 dan kini masih ditangani oleh pihak penyidik Polres Bangka.

“Sudah Tahap 1 tapi berkas belum lengkap jadi masih P19. Adapun pasal yang dikenakan penyidik pasal 378 (penipuan) dan tersangka dalam berkas tidak ditahan, ” jelas Rizal dihubungi melalui pesan whatsapp beberapa waktu lalu.

Disebutkan Rizal, berkas perkara H Hor yang belum P21 dikarenakan ada banyak kekeruangan.

“Masih banyak kurang di materil dan formil sedikit. Cuma salah satu tambahan adalah pemeriksaan para saksi, ” terangnya.

Dikonfirmasi secara langsung, H Hor mengatakan lokasi sengketa lahan persis di pabrik zirkon sekarang ini yang dibeli Dul Ketem.

BACA JUGA :  Atasi Keresahan Para Nelayan, Gubernur Erzaldi Segera Kirim Alat Berat Excavator Ke Muara Air Kantung

“Dulu pembelian sama almarhum Sirin bukan sama Salem. Surat tanah dipalsukan dan tanda tangan kades dipalsukan kecuali camat. Karena camat orang Salem. Sedangkan ku berjualan bukan ke Salem, tapi ku berjualan ke Sirin,” kata H Hor dibincangi di Pemda Bangka beberapa waktu lalu.

Dalam jual beli lahan itu, kata H Hor, dirinya baru dibayar Rp 28 juta dengan tota Rp 140 juta jika permeter dijual Rp 10 ribu.

“Yang dibayar baru Rp28 juta. Jadi kekuranganku ini ke rumah Sirin nek ngambik sisa duet.Jadi Sirin ngajak ku ke rumah Salem. ⁰ lah Salem Rp 5 juta, Rp 8 juta dan Rp 15 juta disaksi anakku. Nah lahan yang disengketakan satu hamparan banyak yang punya, salah satu punye Manulang, punya PT Sungailiat dan ada punye Toto wong,” ungkap Hormen. (rom)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.