DPRD Babel Bahas Anjloknya Harga Lada bersama BP3L

Advetorial Lokal
DPRD Provinsi Bangka Belitung menggelar Audiensi bahas hasil investigasi TP4L terhadap BP3L di Ruang Banmus DPRD Babel, Senin (4/11)

FORUMKEADILANBABEL.COM, PANGKALPINANG – DPRD Provinsi Bangka Belitung menggelar Audiensi membahas hasil investigasi TP4L terhadap BP3L yang dilaksanakan di Ruang Banmus DPRD Babel, Senin (4/11)

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi 2 DRPD Babel, Adet Mastur didampingi anggota Komisi Lainnya. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua TP4L, Zaydan Ketua BP3L Sekaligus Ketua ALEI, Zainal Arifin, Dinas Perindustrian dan perdagangan Provinsi Bangka Belitung dan Dinas Pertanian Bangka Belitung.

Pertemuan ini dilakukan, melihat kondisi Harga Lada yang rendah dan meluruskan permasalahan yang muncul berkaitan dengan kondisi BP3L saat ini.

” Kami mendapatkan surat masuk dari BP3L provinsi Babel, yang disampaikan kepada kami berkenaan turunnya harga lada putih dan keinginan meluruskan permasalahan yang muncul dimedia terkait BP3L, karena kami kemaren juga mendengarkan dimedia, adanya temuan naik turunnya lada ada yang bermain karna itu tolong jika emang ada, mafia ini yang harus kita bongkar,” Kata Adet membuka Pertemuan tersebut.

BACA JUGA :  Dibuka Deputi Pemberdayaan Olahraga, Portradnas Belitung 2021 Diikuti 374 Peserta

Zainal pada pertemuan tersebut, mengaku kaget atas pemanggilan yang dilakukan TP4L, Ia menyampaikan dalam tata niaga barang bebas seperti lada tidak ada satupun larangan menjual lada, selain itu turunnya harga lada sangat tergantung pada mekanisme oerdaganag dunia.

“Jika menurut pak zaidan ada kekeliruan tidak kita permasalahkan tapi diajaukan karna proses dikemenkumham sampaikan jika ada kekeliruan atau kecacatan hukum karna bukan kami yang menilai kami hanya menjalankan dan menerima, memang hampir 10 tahun berjalan mengapa baru sekarang ricuh,” katanya.

Ia menegaskan tidak ada mafia lada seperti yang beredar di masyarakat saat ini, karna harga lada rendah tersebut ditentukan oleh mekanis perdagangan dunia.

BACA JUGA :  Ikuti Gerbang Surga, Molen: Membangun Masjid Itu Perlu Pengorbanan dan Ketetapan Hati

“Kondisi lada saat ini memang sangat menyedihkan, didunia ini tidak ad petani yang menginginkan harga murah dan kami memperjuangkan harga lada, saat mengalami krisis dulu, kami yang peduli lada berkumpul, saat dulu lada hampir sirna karena itu kami kaget juga ada dugaan mafia itu,” tukasnya. (Adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.