70 Persen Pengerjaan Proyek Bangka Terlambat. “Bukan Fisiknya, Tapi Soal Administrasi”

Lokal
Kastel Kejari Bangka, Andre didampingi Kabid BM PUPR Kab. Bangka, Panca meninjau pembangunan jalan dan jembatan, di Batu Rusa, Merawang, Kamis (30/19/2019)

Forumkeadilanbabel.com, Merawang — Pengerjaan proyek Kabupaten Bangka tahun 2019, 70 persen pengerjaannya terlambat. Namun bukan pengerjaan fisiknya yang terlambat, tapi soal laporan administrasinya yang terlambat. Meskipun demikian, tetap kena denda setiap harinya. Hal itu diungkapkan Kabid Bina Marga Dinas PU Kabupaten Bangka, Panca, Saat meninjau pembangunan jalan dan jembatan, di Batu Rusa, Merawang, Kamis (30/19/2019).

Dijelaskan Panca, keterlambatan, karena para rekanan yang mengerjakan proyek, beranggapan kalau selesai kontrak sudah dianggap selesai. Bukan seperti itu masih ada prosudur yang harus dipenuhi. Yaitu adanya pemeriksaan lagi dan persoalan administrasi yang membuat terlambat,
“Jadi persoalan administrasi yang membuat keterlambatan. Tapi tetap kita denda. Karena tetap kita anggap belum 100 persen selesai,”ujarnya.

BACA JUGA :  Hadiri Perayaan Maulud, Molen Harap Budaya Nganggung Tak Lekang oleh Waktu

Sementara Kasi Intel Kajari Bangka, Andre yang ikut meninjau pengerjaan proyek jalan tanah puru di Merawang, mengatakan, bahwa yang pengerjaannya terlambat itu tidak didampingi Tim TP4D (Tim Pengawal, Pengawasan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah), makanya ini akan menjadi evaluasi, “Bahwa begitu penting peranan Tim pendamping. Karena 30 persen yang pengerjaan proyek didampingi TP4D, tidak ada persoalan dan tepat waktu,” tuturnya.

Ditambahkan Andre, kita ikut turun kelokasi itu, sebagai bentuk kepedulian menanggapi berita-berita yang ditulis teman-teman wartawan. Terkait dengan pembangunan jalan tanah puru dan jembatan kayu dilingkungan kecamatan Merawang. Yaitu di Desa Batu Rusa menuju Desa Air Anyir. Dan kenyataan dilokasi teman-teman wartawan lihat sendiri, yaitu tingkat kondisi dilapangan yang memang medannya seperti itu.
“Kita pastikan dua titik kegiatan pembangunan yang kita tinjau sekarang ini, tidak didampingi Tim TPAD. Sebab khusus pengerjaan yang didampingi Tim TP4D, tidak bermasalah. Tapi justru kegiatan yang lepas dari pendampingan, jadi persoalan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Budaya Melayu Menambah Nilai Kedaerahan Bangka Belitung

Masih Menurut Andre, untuk itu kedepan begitu pentingnya pendamping. Mininal dengan adanya pendamping, pengerjaan bisa tepat waktu. (heru Sudrajat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.