Kasus Karhutla di Merawang, Dul Kembali Diperiksa Polres Bangka, Apakah Dul Tersangka?

Hukum Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat — Abdullah alias Dul seorang pengusaha Zirkon warga Desa Baturusa Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka kembali menjalani pemeriksaan di Polres Bangka, Kamis (24/10).

Pemeriksaan terhadap Dul yang dikabarkan sudah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Dusun Temberan Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka berlangsung di ruang reskrim Polres Bangka, selama 4 jam.

Selain Dul, penyidik Polres Bangka juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi seperti Herman.

Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Ricky Dwiraya Putra seizin Kapolres AKBP Aris Sulityono SH MH membenarkan pihaknya menangani kasus karhutla namun sayangnya belum bersedia mengungkapkan status Dul apakah sudah tersangka atau belum.

BACA JUGA :  Pasca Pencabutan Izin PT Pulomas, Gubernur Gandeng Primkopal Atasi Pendangkalan Muara Air Kantung

“Karhutla yang di Merawang iya. Tapi maaf saya belum dapat laporan dari penyidik secara detailnya. Nah kebetulan ini saya ada rapat dulu ya,” kata Ricky, Kamis (24/10/2019).

Sementara itu, Abdullah alias Dul saat di temui di kediamannya mengakui jika dirinya memang telah menjalani pemeriksaan di Polres Bangka.

“Benar, tadi saya diperiksa di Polres dan selanjutnya saya diminta lapor saja. Mudah-mudahan cepat selesai lah urusan ini dan tidak berlanjut,” kata Dul seraya meminta wartawan untuk tidak membesar-besarkan pemberitaan terkait kasus tersebut, Kamis (24/10) sore.

Terpisah, Kejaksaan Negeri Bangka Jeffri Huwae melalui Kasi Pidum Rizal Purwanto mengatakan jika pihaknya sudah menerima surat penetapan tersangka pada kasus Kahutla di Merawang pada tanggal 16 Oktober 2019.

BACA JUGA :  DPRD Babel Inginkan RAPBD Perubahan Secepatnya Dieksekusi

“Untuk yang di Belinyu sudah tahap 1 penyerahan berkas perkara, nah yang di Merawang tanggal 4 Oktober kita menerima SPDP tapi belum ada nama tersangka dan selanjutnya tanggal 16 Oktober baru kita menerima surat penetapan tersangkanya, jadi bukan SPDP nya kirim 2 kali,” ujar Rizal kepada wartawan, Kamis (24/10) malam. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.