Rio Setiady Berharap terhadap Dokter yang Sering Mabuk-mabukan agar Dicabut Izin Prakteknya

Hukum
anggota DPRD kota Pangkalpinang, Rio Setiady

Fotumkradilanbabel.com, Pangkalpinang — Mencuatnya pemberitaan adanya salah satu oknum dokter yang bertugas di kota Pangkalpinang yang mengaku sering minum minuman keras (mabuk-mabukan) dan pada paginya melakukan praktek kedokteran mendapat perhatian serius dari salah satu anggota DPRD kota Pangkalpinang, Rio Setiady.

“Kami berharap masyarakat dapat memutuskan dengan bijak di mana dia harus melakukan pengobatan ataupun penanganan medis jangan sampai menggunakan jasa dari pelayanan medis yang tidak jelas,” kata Rio Setiady, via WA messenger, Senin (21/10).

Rio yang dikenal sangat akrab dengan awak media ini terus mengingatkan, sebaiknya pilihlah klinik atau rumah sakit yang jelas dokternya dan yang paling penting dapat memberikan rasa aman bagi pasien dan jika pun ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan pelayanan medis masyarakat bisa melakukan komplain ataupun melaporkannya kepada Dinas Kesehatan.

BACA JUGA :  Hadi Susilo Minta Kajati Berikan Kepastian Hukum Soal Kasus Dugaan Fee 20 Persen Proyek Rutin PUPR Babel

“Jika ada kejanggalan maka segera melakukan komplain atau melaporkan hal tersebut ke dinas kesehatan,” pintanya.

Politisi PKS ini juga meminta agar Dinas Kesehatan dapat proaktif mengawasi klinik atau rumah sakit swasta yang beroperasi di luar dari rumah sakit Pemerintah agar mereka dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan prosedur dan tentu saja rasa aman bagi pasien.

“Dinas kesehatan kota Pangkalpinang harus proaktif mengawasi klinik atau rumah sakit swasta agar tidak terjadi kejadian yang bisa membuat pasien dirugikan karena melakukan hal diluar prosedur medis,” ungkapnya.

Bahkan selanjutnya, Ia menegaskan kalau seorang dokter atau petugas medis saja sering melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kesadaran seperti minum-minuman keras atau mabuk tentu sebaiknya jangan berada di situ.

BACA JUGA :  Hadi Susilo Minta Kajati Berikan Kepastian Hukum Soal Kasus Dugaan Fee 20 Persen Proyek Rutin PUPR Babel

“Bagaimana mungkin dalam keadaan mabuk, dia dapat menggunakan akal sehat sementara pasien yang ditanganinya dapat beresiko tinggi terjadi malpraktek. Dan saya berharap petugas medis yang melakukan perbuatan mabuk ataupun minum minuman keras ini dipertimbangkan dicabut izin prakteknya,” pungkasnya. (Yuko)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.