Ibu 3 Anak Ini Berharap Laporannya Terhadap Hengky Ada Kepastian Hukum

Lokal
Tjong Ai Chen alias dr. Susylawati bersama pengacaranya, Hadi Salampessy SH

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat — Merasa tidak adanya keadilan dipihaknya,   Tjong Ai Chen alias dr. Susylawati warga Jalan Muhidin, Kelurahan Sungailiat, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, kembali melaporkan mantan suaminya, Edwin Tjin alias Hengky ke mabes Polri tertanggal 5 Juni 2018.

“Terus terang saya ini hanya mau mencari keadilan untuk ketiga anak saya yang dirampas papanya sendiri. Kasus ini sudah saya laporkan sejak Juni 2018 ke Mabes POlri dan sudah dilimpahkan ke Polda Babel pada Juli 2018,” ungkap dr. Susylawati kepada sejumlah wartawan di Sungailiat, Senin (7/10).

Perempuan yang berprofesi dokter gigi ini berharap laporannya terkait dugaan tindak pidana penggelapan dan atau pencurian dan atau keterangan palsu dan atau pemalsuan surat atas terlapor mantan suaminya Tjhin Hengky yang sedang ditangani Ditreskrimum Polda Babel  ada kepastian hukum.

“Saya sangat berharap kasus yang saya laporkan ini ada kepastian hukumnya,” harapnya.

Dia menambahkan bahwa dirinya mencari keadilan untuk ke tiga anaknya.

“Negara kita negara hukum jadi dalam cari keadilan untuk ke 3 anak ibu. Ibu harus menempuh jalur hukum.. Biar dpt kepastian hukum. Selame ibu posisi di garis kebenaran. Ibu akan terus maju berjuang pantang menyerah dalam mencari keadilan,” tandasnya.

BACA JUGA :  Bekerjasama Dengan Mitra KIP, Pihak BRI Cetak 300 Rekening Warga Bakit, Warga Berbondong Mengantri.

Dalam kesempatan yang sama pengacara dr Susylawati,  Hadi Salampessy SH membenarkan perihal laporan kliennya ke Mabes Polri.

“Kalau laporan ke Mabes Polri itu benar. Saya lupa tanggal pastinya sekitar bulan Juni 2018, nanti tinggal kroscek ke penyidik maupun kejaksaan. Terkait laporan pasal money laundry harus tindak pidana utamanya terbukti dulu. Misal penggelapan ada dugaan mensamarkan harta hartanya. Nah dr Susy lapor ke Mabes Polri bulan Juni. Kemudian bulan Juli oleh Mabes Polri dilimpahkan ke Polda Babel. Kemudian polisi melakukan serangkain penyelidikan termasuk camat Suharli, saat itu yang dilaporkan adalah penggelapan,” ungkap Hadi Salampessy SH saat jumpa pers di Sungailiat, Senin (7/10/2019).

Laporan Polisi dr Susylawati ke Mabes Polri, beberapa waktu lalu.

 

Disebutkan Hadi Salampessy, saat penyelidikan polisi dalam perkara penggelapan harta bersama secara hukum belum inkrah.

“Saya lupa itemnya sekitar 16 lebih lah. Kemudian harta bersama ada sekitar 10 an lebih. Jadi dulu ada harta bersama dibagi mereka limpahkan sebagian harta keoada ketiga anak mereka. Kemudian dibikin surat perjanjian hibah atas harta bersama (23 Januari 2015),” jelasnya.

Saat pembagian harta bersama, lanjut Hadi Salampessy, dinotariskan Yuni Kumala.

“Itu entry pointnya kalau hartanya mau dijual atau dibagikan harus dengan persetujuan masing-masing. Jadi di surat perjanjian posisi dr Susy dengan mantannya adalah pemberi hibah, bukan penerima hibah, ” jelasnya lagi.

BACA JUGA :  Ikuti Gerbang Surga, Molen: Membangun Masjid Itu Perlu Pengorbanan dan Ketetapan Hati

Setelah diperiksa dari rangkaian penyelidikan, kata Hadi Salampessy, Hengky ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Babel. “Jadi lidik ditemukan peristiwa pidananya pada saat harta hibah itu sebagian dijual. Dia (Hengky) jual dulu Agustus 2017, satu bulan kemudian September gugat pembatalan di PN (Pos Faktum) . Hengki kemudian digugat dan sekarang diproses di kasasi,” terangkanya.

Sedangkan soal harta bersama, lanjut Hadi Salampessy, sudah ada putusan kasasi.
“Makanya saya heran, pra penuntutan di kejaksaan masih bolak balik perkara ini. Petunjuk jaksa dalam perkara ini, tolong penyidik kalian lengkapi berkas. Itu sudah dipenuhi oleh polisi. Sebaliknya polisi sampaikan pak jaksa unsur pasal 372, unsur memiliki, sebagian atau seluruhnya milik orang lain terbukti milik dr Susy dan ada putusannya. Seperdua hak milik Susy, seperdua hak milik Hengky, ” katanya.

Lebih jauh Hadi Salampessy menambahkan kalau dirinya memonitor lewat SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan).
“Sudah 6 kali bolak balik dan penyidik sudah kirim ke jaksa. Padahal dalam perkara ini sudah ada 3 saksi ahli pidana & perdata yang sudah menjelaskan fakta hukumnya. Bahwa perbuatan hengki tuh pidana nya sangat sangat jelas. Selanjutnya saat ini belum tahu lagi apakah jaksa sudah mengambil sikap belum tahu,” jelasnya lagi.

BACA JUGA :  Kasat Pol Air Babar Tegaskan TI Apung Jangan Coba-coba Masuk Perairan Desa Belo Laut dan Sekitarnya

Untuk status Hengky sebagai tersangka, Hadi Salampessy menegaskan sudah melalui mekanisme gelar perkara.

“Saya minta agar tersangka waktu itu ditahan dengan alasan jangan sampai Hengky mengulangi atau menghilangkan barang bukti apalagi yang bersangkutan alamatnya tidak jelas dimana. Di sana alamatnya lain, disini alamatnya lain lagi takut melarikan diri,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Aspidum Kejati Babel, Irwansyah mengatakan silahkan tanya sama Kasi Penkum dan Jaksa Radian yang memgang perkara tersebut.

“Ceritanya panjang nanti silahkan ke Kasi Penkum nanti diarahkan ke Rasian. Itu kan masalah rumah tangga awalnya suami istri. Ada putusan Mahkamah Agung ada pembagian harta gono gini. Sekarang dilaporkan penggelapan. Unsur memiliki ini kita masih bingung, nanti ke kantor dulu, ” ujarnya saat dihubungi melalui ponselnya beberapa waktu lalu.

Hingga berita ini diturunkan, masih diupayakan konfirmasi kepihak Polda Kepulauan Bangka Belitung, Subdit 2 Direktorat Kriminal Umum dan pihak Hengky. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.