Asisten I Walikota : Bangunan Pedagang Kaki Lima di sepanjang Jalan Kolong Retensi Kacang Pedang Harus dibongkar

Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Berdasarkan hasil musyawarah mufakat yang diwakili oleh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di kelurahan Pintu air kecamatan Rangkui pada 14 Agustus 2019 bahwa seluruh bangunan yang berada di sepanjang kolong retensi kacang pedang kelurahan Pintu air harus dibongkar.

Hal ini diungkapkan Suparyono Asisten I Walikota Pangkalpinang saat ditemui di Kantor Kecamatan Rangkui tadi pagi. Kamis,(3/10) menyebutkan bahwa berdasarkan hasil musyawarah mufakat yang diwakili oleh tokoh masyarakat, RT/RW dan organisasi kemasyarakatan di kelurahan Pintu air bahwa pedagang kaki lima disepanjang jalan kolong retensi kacang pedang kelurahan Pintu air harus dibongkar.

“Ini hasil musyawarah mufakat, bangunan pedagang kaki lima disepanjang jalan kolong retensi Kacang Pedang Kelurahan Pintu Air harus dibongkar,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Para Santri Iringi Gubernur Tandatangani Prasasti Ponpes Tahfidz Guntur dengan Lantunan Selawat

Selanjutnya ia menjelaskan, pada kegiatan Jumat Bahagia minggu kemarin sekelompok elemen masyarakat kelurahan Pintu air mendatangi Walikota Pangkalpinang meminta solusi tentang permasalahan pedagang kaki lima di kelurahan Pintu air yang sudah meresahkan masyarakat

“Kami akan menyepakati hasil musyawarah mufakat yang telah disepakati, tidak ada lagi bangunan yang berdiri diatas bandar dan jalur hijau disepanjang jalan kolong retensi kacang pedang kelurahan Pintu air,”tegasnya

Suparyono juga menegaskan bahwa berdasarkan hasil musyawarah tersebut dipersiapkan untuk berdagang di lokasi tersebut tapi tidak boleh membangun bangunan dan dilarang berdagang kawasan jalur hijau, silahkan berdagang dari jam 16:00 Wib-04:00Wib paginya harus sudah bersih seperti di Jakarta.

BACA JUGA :  Serapan Dana Dekonsentrasi TA 2021, Pemprov Babel Baru Terealisasi Sebesar 50,59 Persen

“Jika hal ini dilanggar maka, Satpol Pp akan menyurati hingga tiga kali jika masih membandel akan dibongkar dan kami berikan waktu satu bulan untuk dibongkar sendiri kalau tidak dibongkar maka Satpol Pp yang akan membongkar,” pungkasnya. (Yuko)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.