Mantan Ketua BEM STIH Pertiba Sayangkan Mahasiswa di Babel Kurang Solid dalam Gerakan Bersama

Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang-Beberapa hari ini banyak mahasiswa yang berdemonstrasi dibeberapa daerah terkait RUU KPK, RKUHP, RUU PKS, dan lain-lain.

Dalam demonstrasi mahasiswa terjadi suatu penolakan keras terhadap RUU KPK yang dianggap melemahkan KPK dan RKUHP yang dianggap negara terlalu banyak mengurusi ruang privat.

Di Bangka Belitung sendiri juga digelar aksi pada tanggal 24 september 2019 bertepatan dengan momentum hari tani oleh mahasiswa beberapa kampus di Bangka Belitung terkait izin Hutan Tanam Industri (HTI) dan  harga lada.

Hardianda mantan ketua BEM STIH  Pertiba 2016/2017 saat ditemui oleh wartawan forumkeadilanbabel.com, mengatakan bahwa biasanya aksi mahasiswa yang diadakan serentak seluruh indonesia memang merupakan agenda BEM seluruh Indonesia atau BEM SI,  untuk menuntut dan mengkritik kebijakan publik, baik itu kebijakan eksekutif maupun kebijakan legislatif.

“Saya sebagai masyarakat biasa, bersyukur kalau mahasiswa masih perduli dengan kondisi negara, dan membela kepentingan atau kemaslahatan rakyat yang tidak berdaya,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pertama Kalinya, Semua Pemerintah di Bangka Belitung Sukses Meraih Predikat WTP LKPD 2020

Ia juga menyebutkan yang ia tahu, aksi kemarin itu hanya digelar oleh dua kampus yaitu Universitas Babel dan IAIN SAS Babel dan terpisah-pisah, tidak bergabung.

“Sebagai pendiri aliansi BEM SI Babel, bahwa dulu kami mendirikan perkumpulan yang kami namakan dengan aliansi BEM SI Babel untuk menampung lebih banyak kekuatan massa dengan tujuan-tujuan mensolidkan pergerakan mahasiswa diBangka Belitung. Dengan satu tujuan dan secara bersama-sama yaitu mengawal kinerja pemerintah,” ucapnya Rabu,(25/9)

Pria yang biasa dipanggil Asuy ini juga menyebutkan berangkat dari sebuah adagium bahwa mahasiswa adalah agent of control. Maka dengan kesadaran diri pada saat itu bahwa kami seharusnya membuat suatu aksi yang berjangka panjang, dan terbentuklah aliansi BEM SI Babel.

“Kami titipkan aliansi tersebut untuk digunakan dengan sebaik-baiknya,” pintanya kepada Mahasiswa Babel

BACA JUGA :  Hindari Diskualifikasi, Datang Jangan Terlambat dan Siapkan Perangkat Kerja

Namun dalam kali ini, Hardianda tidak tahu mengapa sebabnya, hari ini mahasiswa di Babel kurang solid dalam gerakan bersama.

“Yang saya tahu ya bang, kemarin aksi itu hanya digelar oleh ubb di dua titik kalau tidak salah, yang pertama di gedung dprd provinsi kep babel, yang kedua di kantor gubernur babel, dengan tuntutan kejayaan lada atau harga lada dan izin Hutan Tanam Indsutri (HTI),” jelasnya

Selanjutnya ia mengungkapkan memang mereka keluar dari tema besar menolak RKUHP, RUU KPK dan lain lain, fokus pada momentum hari tani, dan ia pun tidak terlibat ini, tidak tahu alasannya apa dan mengapa.

Sedangkan IAIN SAS Babel menggelar aksi dialun-alun kemudian pindah kegedung DPRD Provinsi kep Babel dan kantor gubernur.

“Dalam perkara solidaritaspun saya kurang memahami bagaimana kondisi internal aliansi bem babel untuk lebih tepatnya, mengapa sebabnya mereka tidak menggelar aksi secara bersama-sama. Karena kami dulu, setiap aksi minimal tergabung tiga nama bem didalamnya, dan sebelum menggelar aksi selalu saling koordinasi satu dengan yang lain, mengajak bersama-sama melakukan aksi, aksi apapun itu. Agar tidak ada kecurigaan-kecurigaan untuk meminimalisir sebuah konflik internal,” sebutnya.

BACA JUGA :  Lewat film BISIKAN JENAZAH, ARBI LEO Support Kebangkitan Perfilman INDONESIA

Selanjutnya yang jelas ia sempat menghubungi korda aliansi BEM Babel yaitu Presma STIE Pertiba kemarin, ternyata nama besar aliansi BEM Babel kemarin tidak terlibat dalam aksi UBB dan IAIN SAS babel. Artinya yang menggelar aksi kemarin hanya atas nama besar kampus masing-masing.

“Yah, kalau sekiranya didalam internal aliansi BEM Babel ternyata terdapat konflik internal, insyaallah saya akan mengajak pengurusnya untuk berdiskusi dan menyelesaikan konflik tersebut, agar kemudian aksi yang digelar oleh mahasiswa Babel mengedepankan nilai-nilai solidaritas, kualitas maupun kuantitasnya,” pungkasnya. (Yuko)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.