PT Timah Berharap Adanya Bursa Efisien

Advetorial

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Terkait peran bursa bagi perusahaan anggota Holding BUMN di bidang penamnangan. Direktur Utama PT Timah Riza Pahlevi menyatakan jika pihaknya mengharapkan adanya bursa yang efisien.

Menurutnya, efisien yang dimaksudkannya adalah pembeli akhir bisa bertransaksi langsung dengan pihaknya selaku penjual (eksportir).

“Dengan pembeli langsung, harganya akan lebih baik. Benefit yang akan kami terima lebih baik,” ungkap Riza di sela sela acara launching Jakarta Future Exchange (JFX) dan ekspor perdana timah murni batangan di gudang BGR, kawasan Ketapang, Pangkalpinang, Senin (26/8/2019).

Lebih jauh dia mengatakan, mendatangkan buyer akhir langsung ke Babel adalah sebuah tantangan bagi bursa. Oleh karenanya salah satu upayanya adalah membuat brand bursa sendiri.

“Selama ini komplain ke kami, mereka mau beli logam timah PT Timah, tetapi tidak ada brand-nya. Bursa yang baru ini ada brand-nya. Sehingga buyer bisa beli logamnya PT Timah,” tandasnya.

Menurutnya, ini adalah sebuah tantangan bagi bursa sebab saat ini konsumen timah di dunia bisa membeli dari bursa manapun. Kompetisinya pun bersifat global. Dikatakannya, pihaknya belum bisa memastikan apakah ke depan tidak akan bertransaksi di London Metal Exchange (LME).

“Saya tidak bisa bilang kami nanti akan stay away dari LME. Kami akan lihat situasi. Makanya saya bilang, kalau bursa di Indonesia sudah bagus, ngapain kami pilih bursa yang bagus. Dengan pembeli akhir langsung datang, cita-cita ingin membentuk harga, mudah-mudahan itu bisa terlaksana,” demikian Riza.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Timah ini mengatakan, pihaknya akan melihat bursa mana yang akan memberikan manfaat lebih optimal.

Menurut dia, bursa yang baik adalah bursa yang bisa mempertemukan antara buyer dan seller dengan baik sehingga transaksi bisa efisien.

Riza juga mengatakan, pihaknya selama ini menggunakan Singapura sebagai hub. Hal ini ia sampaikan dalam menanggapi pertanyaan bahwa Singapura masih menjadi tujuan ekspor utama timah dari Indonesia.

Maka itu, pihaknya menyambut baik jika BGR berencana mendatangkan kapal ke Babel untuk kemudian bisa langsung ekspor ke negara tujuan, atau tidak lagi melalui Singapura. “Itu akan jauh lebih baik,” tutupnya. (Ad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.