KIP Harapan Selamat Tetap diproses, 4 unit Kapal Piter Kabarnya Justru Sudah Dilepas, Darma Mengaku Heran

Hukum

Forumkeadilanbabel.com, Belinyu – 4 (empat) unit kapal pembawa bahan bakar minyak (BBM) milik pengusaha asal Belinyu bernama Peter Pantja masing-masing SPOB Rezki Ifah, SPOB Tisya 9, MT Anugerah Dewi 15 dan MT Bima Andalan yang sempat diamankan Tim Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Senin (19/8) saat ini dikabarkan sudah dilepas.

Sedangkan Kapal Isap Pasir (KIP) Harapan Selamat yang juga diamankan oleh Bakamla RI di perairan Pelabuhan Belinyu justru tetap menjalani proses hukum atau ditahan.

“Iya bener KIP yang ditangkap Bakamla RI punya kami,” ujar Darma, pengurus KIP Harapan Selamat saat dihubungi wartawan melalui ponselnya, Kamis (22/8).

Darma mengakui jika KIP Harapan Selamat ditahan karena ada beberapa kekurangan dokumen.

“KIP kami yang kurang tuh dokumen visa crew cuma pakai Visa 2 atau 1. Kemudian izinnya itu sebenarnya lagi diurus, ada di imigrasi. Cuma tidak tertera di atas kapal, cuma itu saja, ” ungkapnya.

Seharusnya untuk visa transit dan kru kapal menggunakan visa transit (Visa C) yang masih berlaku seperti visa B-2 atau B-1.

Apakah KIP Harapan Selamat termasuk mitra PT Timah? Diakui Darma kalau KIP Harapan Selamat bermitra dengan Pemkab Bangka.

“Itu masuk Pemda. Kami kordinasi sama KP Pemda lokasi. Sedangkan untuk pasir timahnya masuk ke smelter kita, yakni PT MSG,” katanya.

Terkait tudingan membeli BBM ilegal? Darma menyangkal jika pihaknya (KIP Harapan Selamat) membeli bahan bakar minyak (BBM) secara ilegal dari Jambi.

“Kami tidak membeli bbm secara ilegal. Kami ngambil dengan Piter secara resmi dan itu memang agen resmi dari Pertamina,” sangkalnya.

Darma justru mempertanyakan, jika pihaknya mengambil bbm secara ilegal, kenapa 4 kapal pembawa BBM itu tidak ditahan?

“Sekarang 4 kapal Piter sudah jalan. Lah kalau benar-benar ngambil minyak ilegal. Kenapa 4 kapal Piter itu sudah jalan malah kapal kami ditahan. Selama ini kami selalu ngambil bbm dari kapal Piter,” katanya heran.

“Kalau memang kami bermasalah, kenapa kapal Piter dilepas. Sekarang ini kan kapal Piter sudah bebas, udah jalan. KIP punya kami belum. Rencananya hari ini mau ketemu orang pusat yang sekarang ada di Dragon Hotel, ” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Operasi Laut (Diropsla) Bakamla RI, Laksma Bakamla Nursyawal Embun, menyatakan, kasus tangkapan lima kapal oleh pihaknya akan ditindaklanjuti oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.