PT Timah akan Menjadi Produsen Tanah Jarang

Advetorial
Foto: Net

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Indonesia melalui perusahaan PT Timah memulai babak baru sebagai salah satu produsen logam tanah jarang yang selama ini dikuasai China.

Rencananya ke depan PT Timah Tbk akan mulai melakukan penambangan uranium dan thorium di lokasi tambang yang berada di Kepulauan Bangka Belitung.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani.

“Industri ini merupakan industri masa depan dan sudah seharusnya Indonesia memanfaatkan dan memaksimalkan potensi dan berkah yang luar biasa,” kata Riza seperti dikutip di Kompas.com, Jumat (9/8).

Dikatakan Riza, dalam rangka merealisasikan pengelolaan logam tanah jarang atau mineral ikutan timah itu, PT Timah Tbk telah menjalin kesepakatan dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Riza juga mengatakan, jika pihaknya juga siap bekerja sama dengan BATAN dalam proyek-proyek strategis khususnya yang berkaitan dalam pengolahan bahan-bahan terebut.

“Kami yakin BATAN sudah sangat expert dan dalam hal teknologi ini. Kami harapkan kerja sama yang telah dilakuan dapat menciptakan energi murah dan ramah lingkungan di Indonesia, dengan pemanfaatan mineral-mineral tadi,” sebutnya.

Lebih jauh Riza menuturkan, perjanjian kerja sama sebagai bentuk tanggung jawab TINS dalam menaati peraturan dalam pengelolaan mineral radio aktif di Indonesia khususnya pada penerapan industri.

Dengan dukungan bahan baku yang dimiliki TINS cukup banyak mengingat sejarah penambangan timah yang dilakukan di Babel ini sudah berlangsung cukup lama.

“Bisa dibayangkan jika sejarah penambangan timah di Bangka Belitung sudah ratusan tahun, sementara pemanfaatan monasit belum pernah dilakukan,” tuturnya.(ad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.