Tidak Hanya Bupati, Tapi Rudianto Tjen dan Kasatpol PP Juga Namanya Dicatut

Lokal

 

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat – Terkait catut mencatut nama pejabat, untuk minta bantuan. Ternyata tidak saja bupati Bangka, Mulkan yang namanya dicatut. Namun juga nama lain, seperti Rudianto Tjen, namanya juga dicatut. Untuk itu diminta warga ataupun pengusaha dihimbau jangan mudah percaya terhadap telepon yang mangatas namakan pejabat, meminta bantuan. Hal itu ditegaskan Kabid Penegakkan Peraturan Perundangan Daerah Kabupaten Bangka, Akhmad Suherman, Selasa (30/07/2019) diruang kerjanya.

Menurut Akhmad Suherman, nama pak Rudianto Tjen sudah dua kali dicatut. Para pelaku yang tidak bertanggung jawab itu, justru pernah menelepon ke dirinya mengaku pak Rudianto Tjen dan minta dihubungkan ke pengusaha. Bahkan sudah telepon ke bagian umum pemkab Bangka, minta no handphone pengusaha.

BACA JUGA :  Pasca Pencabutan Izin PT Pulomas, Gubernur Gandeng Primkopal Atasi Pendangkalan Muara Air Kantung

“Saya kenal persis dengan suara pak Rudianto Tjen. Dan itu bukan suara pak Rudianto Tjen. Masak sekelas pak Rudi mau minta bantuan ke pengusaha,”tuturnya.

Dijelaskan Akhmad Suherman, soal orang yang mengaku Rudianto Tjen itu, terkait penertiban penyitaan arak. Dimana orang itu minta nomorĀ  hand phone pengusaha, akan menyelesaikan persoalan penyitaan arak. Modusnya kalau sudah dapat nomor hand phone pengusaha, langsung menghubungi pengusaha dan nengatakan persoalan sudah diselesaikan.

“Lalu buntut -buntutnya minta duit ke pengusaha. Mengatakan bahwa untuk menyelesaikan persoalan butuh dana sekian,”tuturnya.

Ditambahkan Akhmad Suherman, persoalan lain yaitu mengatas namakan, Kasatpol PP Bangka, terkait penertiban kandang ayam. Ada orang tak bertanggung jawab, minta uang ke pengusaha ayam, mengaku Kasatpol PP, dan pengusaha nya datang ke kantor Satpol PP, marah-marah. Setelah dicek ternyata tidak benar dan Kasatpol PP tidak pernah seperti itu.

BACA JUGA :  Bekerjasama Dengan Mitra KIP, Pihak BRI Cetak 300 Rekening Warga Bakit, Warga Berbondong Mengantri.

“Jadi saya mohon kepada pengusaha, atau warga masyarakat, harap hati-hati. Jangan mudah percaya begitu saja dengan orang yang mengaku pejabatĀ  minta bantuan uang,”ujarnya.

Akhmad Suherman juga mengatakan, bahwa terkait persoalan penertiban yang dilakukan Satpol PP. Jangan sekali kali ada negoisasi dengan anggota. Kita ini memiliki ratusan anggota Satpol PP dan jangan terpengaruh, kalau ada anggota macam-macam, lapor saja ke Satpol PP.

“Apalagi perda itu sifatnya pembinaan dan kita akan menyelesaikan dengan baik,”pungkasnya. (Heru Sudrajat)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.