Drama perjuangan Depati Amir Di SMP negeri 1 Pangkalpinang memukau guru guru sejarah Se Indonesia

Lokal

 

 

Forumkeadilanbabel.com,  Pangkalpinang-Pentas Drama kolosal pejuang Depati Amir pahlawan nasional pertama asal Bangka Belitung yang ditampilkan oleh siswa dan siswi SMP negeri 1 Pangkalpinang berhasil memukau para guru guru IPS Se-Indonesia yang berkunjung ke kota Pangkalpinang dan Bangka Barat dalam rangka kegiatan internalisasi nilai kebangsaan (Inti Bangsa), Kamis,(18/7)

Kedatangan para perserta Inti Bangsa ke SMP negeri 1 Pangkalpinang dalam rangka mengenal sejarah perjuangan kemerdekaan indonesia yang ada di SMP negeri 1 dan juga menyaksikan drama kolosal perjuangan pahlawan nasional pertama asal Babel Depati Amir dalam melawan penjajah belanda yang merampas hasil bumi dan menyengsarakan rakyat pulau Bangka karena semua hasil rempah di rampas oleh belanda.

BACA JUGA :  Praktisi Tambang Tungau Asal Bedeng Ake Ini Sedih Karena Ponton Isap Masyarakat Tidak Diizinkan Beroperasi

Salah satu perserta dari kalimantan Alfandy menyebutkan selama dua hari di Pulau Bangka kami banyak mengenal sejarah baru yang mungkin belum ada dituliskan dalam buku sejarah.

“Apa yang disajikan sangat menarik dan memiliki nilai nilai sejarah bagi kemerdekaan indonesia,” sebutnya

Ia juga menjelaskan pentas drama kolosal yang menampilkan perjuangan kemerdekaan dari Babel sungguh sangat menghibur kami para perserta Inti Bangsa yang sedang berkunjung ke pulau Bangka

“Dramanya sangat menghibur dan keren ini merupakan salah satu pelajaran sejarah yang selama ini hanya lewat buku saja, tapi saat ini sejarah perjuangan kepahlawanan bisa dijadikan sebagai drama yang mungkin bisa lebih mudah dipahami oleh masyarakat,” ungkapnya

BACA JUGA :  Puluhan Unit TI Rajuk Luluh Lantakkan Kawasan Industri Milik Pemkab Bangka

Ia berharap kedepan pelajaran sejarah akan menjadi generasi muda kita memiliki karakter yang bisa bersaing dengan negara lain karena dalam diri mereka tertanam nilai nilai patriotisme

“Jangan pernah melupakan sejarah negeri ini, karena tampa ada perlawanan dan perjuangan para pahlawan mungkin saat kita masih terjajah oleh negara lain,” pungkasnya. (Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.