Nenek Pengagum Pak Rudianto Tjen Ini Kondisinya Merana, Hidup Sebatang Kara di Gubuk Tua

Lokal

 

Noviar Ishak bersama Nek Sutinah (80) foto bersama berlatar belakang gambar Rudianto Tjen, anggota DPR RI terpilih asal Babel usai menyerahkan bantuan. Nenek pengagum Rudianto Tjen ini hidup memprihatinkan diusia senjanya.

Oleh : Rudy

MUNTOK, — Nek Sutinah (80) seolah luput dari perhatian banyak orang. Perempuan renta pengagum Bapak Rudianto Tjen (anggota DPR RI terpilih asal Provinsi Babel, red) ini kondisinya merana, hidup sebatang kara dalam rumah gubuk yang hanya berukuran 2×3 meter.

Hidup prihatin Nek Sutinah terungkap saat kunjungan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir. Noviar Ishak, di rumah nenek tua baya ini di jalan masuk Pantai Asmara (sekitar 50 meter) dari Jalan Raya Tanjung Kalian, Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Awalnya Noviar Ishak, Kamis, (4/7/2019), usai mengikuti rapat koordinasi gabungan di Muntok membahas evaluasi arus mudik lebaran Idul Fitri kemarin, diajak oleh sahabat serta para tokoh pemuda Muntok mengunjungi rumah Nek Sutinah. Memasuki pekarangan rumah dari kejauhan Noviar terus melangkah sambil melihat lingkungan sekeliling rumah yang dimaksud.

Mendadak saat memasuki pintu rumah, pejabat dan rombongan ini sedikit terkejut. Nek Sutinah ternyata sudah menyambut sambil duduk di ruangan pintu masuk.

Noviar Ishak sepertinya mengelus dada. Kondisi Nek Sutinah memprihatinkan. Ruangan rumah depan yang hanya seukuran 2×3 meter itu ditambah ruangan dapur yang ala kadar seluruhnya beralaskan tanah dengan sedikit semen. Dinding rumah seluruhnya dilapisi papan yang hampir lapuk. Atap menggunakan seng yang sudah karat hingga menyisakan bocor pada waktu hujan. Tak ada peralatan rumah tangga yang berharga, jangankan kursi bahkan dipan sebagai tempat tidur tak dijumpai. Lebih parahnya lagi seekor burung elang peliharaan anaknya tampak dijumpai dalam ruangan tidur Nek Sutinah yang meninggalkan banyak kotoran. Nek Sutinah sendiri hidup dari belas kasihan banyak orang.

“Tinggal di sini saya sudah lama sejak almarhum (suami) masih hidup. Dulu beliau pekerjaannya melaut,”ujar Nek Sutinah yang masih fasih berbicara.

Meski di penghujung usia, beruntung Allah masih memberikan nikmat sehat kepada Nek Sutinah. Berkali-kali kalimat syukur diucapkan serta ucapan terimakasih disampaikan kepada Bapak Noviar Ishak beserta rombongan yang sore tadi berkunjung ke rumahnya.

Sambil menyerahkan bantuan sembako yang memang sudah disiapkan, Noviar Ishak menyerahkan langsung kepada Nek Sutinah sembari menyelipkan santunan. Mendapat bantuan, lagi-lagi Nek Sutinah tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya sambil menyertakan doa.

“Itu ada gambar Pak Rudianto Tjen anggota DPR kita, ” ujar Noviar sambil menunjukkan kalender bergambar Rudianto Tjen yang telah lusuh namun masih terpampang kuat di dinding papan ruangan rumah.

“Berarti nenek ini penganggum Pak Rudianto Tjen,” masih menurut mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bangka Barat ini pura-pura menebak.

Mendapat pertanyaan seperti itu Nek Sutinah tersipu. Diam-diam ia membenarkan ternyata pengagum Rudianto Tjen. Hanya saja sayang, nasib Nek Sutinah di akhir senjanya yang kini tak terlihat berubah terus dalam hidup prihatin.

Dikonfirmasi Forumkeadilanbabel.com usai melihat kondisi Nek Sutinah, Noviar Ishak mengaku prihatin.

“Kedepannya harus dibuat komunitas-komunitas yang peduli terhadap kondisi rumah warga yang seperti ini. Saya siap bantu, kita jangan hanya mengandalkan dana pemerintah. Walaupun nanti sudah pensiun niat saya tetap peduli untuk hal-hal seperti ini,” ungkap Noviar.

Sambil pamit meninggalkan rumah Nek Sutinah, Noviar ditunjukan bantuan dari donatur berupa batako dan pasir yang sudah disiapkan. Rencananya oleh relawan yang mengaku Sahabat Noviar ini, matrial itu akan digunakan untuk merehab rumah Nek Sutinah hanya saja pembangunannya semi permanen alasannya rumah Nek Sutinah berdiri di atas tanah orang lain.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.