Perlunya Kebijakan Aturan Peredaran Minuman Beralkohol di Kota Pangkalpinang

Opini

 

 

Oleh Yuko

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang -Ribuan botol minum beralkohol jenis bir yang kandungan alkohol dibawah 20 % beredar di tempat hiburan malam,caf dan restoran dikota Pangkalpinang per malam. Padahal kota Pangkalpinang berdasarkan peraturan daerah kota Pangkalpinang melarang minuman beralkohol beredar di ibukota provinsi kepulauan bangka belitung.

Berdasarkan data dan fakta dilapangan ibukota provinsi kepulauan bangka belitung tersebut saat ini sedang berkembang pesat untuk kemajuan dunia pariwisata kota Pangkalpinan. Ini dibuktikan dengan hampir setiap tahunnya banyak pengusaha tempat hiburan dunia malam tumbuh dikota Pangkalpinang

Berdasarkan hasil survey Wartawan Forumkeadilanbabel.com dibeberapa tempat hiburan malam dikota Pangkalpinang tercatat hampir belasan tempat usaha tumbuh dikota Pangkalpinang. Dari informasi yang dikumpulkan ternyata ada ribuan botol minum beralkohol beredar baik ditempat yang legal maupun di tempat ilegal, Rabu,(26/6) malam

Dikota Pangkalpinang, ribuan botol minum beralkohol dihabiskan di berapa lokasi yang sudah dikunjungi ditemukan bahwa ditempat lokalisasi paling banyak dinikmati oleh pengunjung hampir 600 botol minum beralkohol jenis bir diperjualbelikan kepada warga yang mengunjungi lokasi tersebut selanjutnya diurutan kedua diisi oleh Diskotik sekota Pangkalpinang, 500 botol sedangkan peringkat ke tiga dikuasai oleh Bar dan Restoran dengan toal 300 botol perhari

Alangkah sayangkan potensi pendapatan daerah jika pemerintah mau mempromosikan pariwisata dikota Pangkalpinang tapi dibelenggu oleh aturan yang berlaku. Jika di tempat hiburan malam, musik lounge, bar dan restoran bisa menjadi sumbangan bagi pendapatan daerah mungkin pertahun bisa mendapatkan puluhan hingga ratusan juta yang bisa dihasilkan dari perubahan peraturan daerah nomor 2 tahun 2016 tentang pelarangan peredaran minum beralkohol dikota Pangkalpinang.

Jika ditempat hiburan malam, karaoke keluarga, bar dan pub hingga tempat lokalisasi bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah kenapa pemerintah kota Pangkalpinang tidak mengeluarkan kebijakan baru untuk mengatur tentang peredaran minum beralkohol jenis bir dikota Pangkalpinang?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.