Trotoar dan Jalan di Kecamatan Rangkui Ternyata Sudah Diperjualbelikan

Lokal

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Siapa yang menyangka bahwa trotoar dan sepadan jalan di kecamatan Rangkui kota Pangkalpinang ternyata sudah diperjualbelikan dengan harga yang sangat tinggi berkisar Rp. 3 juta sampai Rp.10 juta.

Hal ini terungkap ketika wartawan ForumKeadilanBabel.Com bertanya kepada salah satu pedagang di depan kantor kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan kami beli lapak ini seharga Rp.10 juta kepada pemilik yang pertama.

“Lapak ini kami beli Rp.10 juta dari pemilik pertama, tidak hanya itu saja ada berapa lapak dari depan toko pecah belah Atik hingga Bank Mandiri juga dibeli dengan harga jutaan,” sebutnya pedagang tersebut dan minta namanya jangan disebutkan

BACA JUGA :  Gubernur Erzaldi Salurkan Langsung Bantuan Beras PPKM 2021 ke Warga Bangka Selatan

Ia juga menjelaskan kerena sudah dibeli dengan harga jutaan rupiah maka ia juga memasang kwh listrik pribadi untuk menerangi lapak yang ia miliki.

“Karena berdagang dan tinggal disini maka kami pasang Kwh sendiri karena pemilik rumah belakang tempat usaha mereka tidak memberikan nyambung listrik,”jelasnya

Tidak hanya trotoar di jalan mentok saja tapi sepadan jalan kolong retensi kacang pedang kecamatan Rangkui kota Pangkalpinang juga sudah diperjualbelikan dengan harga satu unit lapak mencapai Rp. 3 juta rupiah walaupun hanya berbahan plastik hitam dan kayu

“Lapak itu dijual Rp. 4 juta pacak kurang Rp 3 juta pas nya,” sebut Putra
Berdasarkan peraturan daerah kota Pangkalpinang nomor 2 tahun 2005 tentang ketertiban umum pemerintah melarang trotoar dan sepadan jalan digunakan untuk tempat usaha, tapi nyatanya masih banyak yang melanggar ketentuan perda tersebut.

BACA JUGA :  Rapat Paripurna, Fraksi PKS Sampaikan Pandangannya Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah Dalam Mengejar PAD

Kami juga sudah berapa kali menanyakan kepada Lurah Pintu air dan Camat Rangkui hingga Satpol PP kota Pangkalpinang untuk mengetahui seperti apa permasalahan trotoar dan sepadan jalan digunakan untuk tempat usaha

“Waktu itu Camat Rangkui menjawab itu atas persetujuan pihak kelurahan yang sudah melakukan mediasi dengan para pedagang, tapi pihak kelurahan Pintu Air tidak pernah memberikan izin kepada para pedagang yang kini memenuhi trotoar dijalan mentok dan sepadan jalan kolong retensi kacang pedang,”kata mereka

Sedangkan pihak Satpol pp kota Pangkalpinang mengetahui permasalahan tersebut karena sudah pernah mendatangi dan mendata para pelaku usaha di trotoar depan kantor kehutanan Provinsi dan pedagang dilokasi kolong retensi kacang pedang yang mengunakan sepadan jalan tersebut.

BACA JUGA :  Pandangan Akhir Fraksi Partai Gerindra, Sebagai Unsur Penyelenggara Negara, Eksekutif dan Legislatif Merupakan Kemitraan yang Sejajar, Perlu Dibina Secara Optimal

“Karena belum ada perintah untuk penindakan dari atas kami jadi kami diamkan saja selama tidak terjadi permasalahan, jika ada penertiban juga kami akan terlebih dahulu memberikan surat teguran tertulis jika masih membandel maka akan kami tertibkan,” tegas salah satu anggota Satpol pp kota Pangkalpinang
[24/6 14:05] Yuko: Trotoar dan sepadan jalan di kecamatan Rangkui diperjualbelikan dengan harga Rp. 3 juta sampai Rp 10 juta. (Yuko)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.