Pekerja Tambang Pasir di Sekitar Bandara Depati Amir Setor Rp.70 Ribu ke Andi dan Apo

Lokal

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Andi warga Desa Manunggal dan Apo warga Aik Mangkok terima fee dari penjualan pasir ex tambang timah ilegal di belakang PLUT UMKM atau belakang Bandara Depati Amir kota Pangkalpinang sebesar Rp 70 ribu per mobil.

Hal ini diungkapkan oleh perkerja yang mengisi pasir ke dalam mobil drum truck untuk dijual kepada masyarakat. Sandi menyebutkan jika kami disini hanya berkerja mengisi pasir kedalam mobil dengan upah Rp 60 ribu

“Kalau kite cuma dapat Rp. 60 ribu bagi orang 6 (Enam) sedangkan fee diberikan kepada Andi dan Apo sebesar Rp. 70 Ribu,” ungkap Edi pekerja tukang sekop pasir, Senin (24/6).

 

Andi berbaju hitam

 

Sedangkan Andi yang ditemui dilokasi mengatakan jika dirinya sudah melarang mereka untuk melakukan pengambilan pasir di lokasi tersebut, tapi bagaimana mereka mau cari makan dilahan miliknya tersebut.

“Ku lah melarang tapi mereka mau cari makan,” ungkapnya

Menurut pengakuannya, sebenarnya dirinya mau menimbun lobang camui bekas tambang TI tapi karena dipantau oleh krimsus Polda Babel jadi dirinya tidak bisa berkerja untuk menimbun lobang lobang bekas tambang tersebut.

“Gimana mau menimbun peralatan buldoser kami jadi target operasi Dinkrimsus Polda Babel, jadi kami takut untuk berkerja,” jelas Andi

Andi menyebutkan bahwa dia sudah meberikan uang kepada Dedy hartadi untuk menanam pohon shogun tepatnya dilokasi PLUT UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung walaupun hasilnya tidak memuaskan.

“Kami sudah berkoordinasi untuk segera menimbun kolong tersebut untuk segera menanam pohon shogun tapi apa daya kalau peralatan kami di TO. Sedangkan uang penanaman pohon shogun pun sudah diberikan kepada Dedy, sebagai komitmen kami kepada pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” pungkasnya. (Yuko)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.