Alur Sungai Teluk Bayur Babak Bingkas Dijarah Penambang Ilegal, Kemana Aparat Satpol PP ?

Lokal

 

Aktifitas TI Rajuk Menjarah Alur Sungai Teluk Bayur Pangkalpinang

 

Forumkeadilanbabel.com, PangkalpinangĀ  -Aktifitas penambangan timah ilegal jenis ti rajuk kian menjadi merusak lingkungan alur sungai dan tanaman hutan.

Mirisnya lagi, penambangan timah secara ilegal di dalam kota jelas-jelas dilarang pemerintah kota (Pemkot) Pangkalpinang.

Pantauan wartawan sejak seminggu kemarin hingga hari ini, aktifitas penambang terlihat di dekat lokalisasi Teluk Balur Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Bukit Intan. Penambang diketahui memang sudah sejak lama beroperasi, tapi hingga saat ini belum pernah tersentuh aparat.

Terlihat di alur sungai sampai 7 ponton beroperasi dengan menggunakan mesin mobil.

“Yang saya ketahui penambang disini macam-macam asal mereka. Ada yang dari warga pendatang Selapan dan Pedamaran (Kabupati OKI) provinsi Sumatera Selatan sebanyak 4 ponton, ” ujar Aa, warga Teluk Bayur ditemui dekat lokasi, Rabu (19/6/2019).

BACA JUGA :  Ketua DPRD Babel Minta Pengawasan Ditingkatkan Terhadap Proyek Pembangunan Pedestrian

Selain penambang warga sipil, kata Aa, ada juga ponton milik aparat di sebelah dekat lokasi.

“Di ujung sebelah kanan itu milik oknum anggota polisi berinisial J. Dia punya 2 ponton, 3 pron. Sedangkan di ujung sana punya oknum anggota TNI sekitar 2 ponton, ” bebernya.

Diakui Aa kalau lokasi penambangan di alur sungai Teluk Bayur cukup menghasilkan pasir timah. “Untuk satu ponton saja dari pagi sampai malam itu paling sedikit bisa menghasilkan 20 kilo pasir timah. Tiap habis magrib penambang mencuci pasir timah dan juga banyak yang datang meminta cantingan. Ada yang atas nama aparat ini aparat itu, pemuda warga setempat, penjaga malam, ” katanya.
Dihubungi terpisah, Pjs Kasat Pol PP Kota Pangkalpinang, Santo saat dikonfirmasi akan menindak tegas jika penambang masih berani menambang di wilayah kota. “Dalam waktu dekat kami akan melakukan razia. Tidak pandang bulu kendati yang menambang warga sipil ataupun aparat. Kami minta dukungannya kepada masyarakat agar wilayah kota Pangkalpinang bebas dari penambang, ” katanya, Kamis (20/6/2019).( red)

BACA JUGA :  Gelar Kegiatan Melek Bermedia Melalui Program NGOPI ALA IPM

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.