Jembatan Sumsel Babel, Kepentingan Rakyat apa Elit Tertentu?

Lokal

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang, Polemik Pro dan Kontra pembangunan jalur penghubung antara Bangka dan Sumatera Terus menjadi perhatian berbagai kalangan, salah satunya Muslim, pemuda Bangka Belitung yang juga hadir dalam pertemuan perencanaan pembangunan jalur penggubung Bangka Sumatera yang di gelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Selasa (18/05/19) di hotel Bangka City.

Menurut Muslim Pemerintah dalam hal ini dinas PU tidak boleh sampai hanya mengedepan ego semata, apa lagi kepentingan para oknum dari elit tertentu. Terlepas apakah jembatan penghubung bangka sumsel direalisasikan atau tidak kita harus lebih mengedepankan kepentingan masyarakat banyak terutama kalangan ekonomi menengah kebawah.

“Jika kita lihat secara strategis tidak ada keuntungan mendasar kenapa harus di bangunnya jembatan penghubung tersebut terhadap masyarakat babel, dari aspek ekonomi Malah dengan kultur orang Bangka yang dikenal konsumtif, bukan tidak mungkin setiap akhir pekan bakal menghabiskan uang ke Sumsel,” Ungkap Muslim.

 

Menurutnya dengan begitu penghasilan kita masyarakat bangka berkurang karena uang masyarakat akan lebih banyak masuk ke sumsel. Sementara orang Sumsel ke Bangka yang dilihat cuma pantai saja. Itu pun belum kita persiapkan lebih matang dulu.

“Malahan menurut hemat saya daripada kita bayak menghabiskan anggaran membangun jembatan penghubung lebih baik menguatkan SDA yang ada di bangka dengan mengembangkan potensi yang ada. Karena Babel belum hilang kepercayaan dirinya untuk membangun dan belum bersifat urgen yang dimana membutuhkan suport daerah Sumsel,” Jelas Muslim.

Dampak lain yang bisa dirasakan apabila jembatan penghubung ini dibangun adalah Bidang transportasi seperti laut dan udara, terutama laut, diyakini akan mati suri, Udara pun begitu.

“Ya wajar dalam tanda kutip terlihat agak ngotot membangun jembatan penghubung tersebut. Mungkin segera memindahkan ekonomi ke daerah lain,” Imbuhnya

Dalam hal persaingan bisnis. Pengusaha lokal yang kecil tidak akan sanggup berhadapan dengan pengusaha-pengusaha kakap yang malang melintang di kota besar, Apakah nantinya Babel akan seperti terjajah kembali.

Kita tahu, dari kearipan lokal selama ini yang sering melakukan tindak kriminal terutama di daerah pedesaan malahan banyak pendatang. Bayangkan, dengan dipisah lautan luaspun mereka dengan leluasa melakukan kejahatan di Babel, apalagi, jika nanti jarak antar Babel-Palembang hanya 30 menit, dan bisa pakai motor Bolak-balik Kapan saja. Dimungkinkan juga kejahatan akan lebih besar dilakukan disni.

“Dalam perjalanan analisa proses pembangunan jembatan penghubung ini, saya juga pernah menyaksikan dan sangat menyayangkan pernah ada sebagai aparatur birokrasi pemerintah pernah mengatasnamakan masyarakat babel yang mengatakan telah sepakat terhadap perencanaan tersebut di acara forum diskusi publik tertentu,” Ungkapnya Muslim

“Harapan saya kedepan kita harus lebih mengutamakan kepentingan masyarakat banyak. Baik untuk sekarang atau puluhan tahun kedepannya, harus kita pikirkan. Jagan hanya kepentingan ego semata,” Tutupnya. (Yuko)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.