Jalur Penghubung Bangka Sumatera Terkesan Ngotot

Lokal

 

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bangka Belitung menggelar pertemuan dengan beberapa stakeholder terkait dengan perencanaan pembangunan jalur penghubung antara bangka dan Sumatera, Senin (18/05/19).

Hadir dalam pertemuan tersebut para stakeholder dan OPD dari Kabupaten/kota di Bangka Belitung dan sahabat aktivis babel. Konsultan pra study jalur penghubung Bangka Sumatera yang saat ini di ekspetasikan berbentuk jembatan dilakukan oleh PT Puri Dimensi yang berasal dari Bandung.

Dalam paparan pihak konsultan bahwasanya ada 3 jalur perencanaan yang disiapkan dengan jarak tempuh yang berbeda. Namun sayangnya dalam pertemuan kali belum ada point dampak positif yang dapat diambil apabila jembatan ini jadi terealisasi.

BACA JUGA :  Ini, Faktor Ditetapkannya PPKM dan Peraturan Yang Diberlakukan

“Dalam paparan pihak Konsultan kita cuma mendengar bahwa ada beberapa aspek kesulitan yang dilihat dalam survey kelayakan mulai dari kawasan adanya hutan lindung hingga jalur akses ke pusat kota, sejauh ini belum bisa di pastikan apa keuntungan buat Babel apabila jembatan ini jadi di bangun,” ujar Aang salah satu aktivis yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Aang

 

“Pihak PU sendiri yang tadi diwakili kabid Penataan Ruang hanya bisa mengclaim bahwa jembatan ini hanya untuk kepentingan publik,” Tambahnya.

Polemik pro dan kontra pembangunan jembatan ini memang sudah lama bergejolak dan hal itupun dapat dirasakan dalam pertemuan tersebut, bahkan sebagian peserta yang hadir nampak kurang setuju dengan perencanaan pembangunan ini.

BACA JUGA :  Taufik Koriyanto: Apa Gunanya Reses, Kalau Program-Program Prioritas Tidak Dapat Terealisasi

“kami melihat dan mendengar beberapa peserta forum dalam sesi tanya jawab mempertanyakan kelayakan jembatan ini bahkan ada yang menilai jembatan ini terlalu ngotot ingin di bangun,” Ungkap Aang.

Ia berharap perencanaan mega proyek ini jangan terkesan dipaksakan yang nantinya berujung sia-sia dan hanya menghabiskan anggaran.

“Kalau layak silahkan dibangun tapi tolong tinjau kelayakannya dari aspek terkecil, proyek ini besar anggarannya pun sangat besar, jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang hanya mencari keuntungan semata,” Pungkasnya.(Yuko)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.