Gawat, CSR PT Timah Diduga Kuat Diselewengkan Perbakin Babel

DAERAH

 

FORUMKEADILANBABEL.COM, PANGKALPINANG-Dana bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikucurkan PT Timah untuk sarana dan prasarana menembak Pengprov Perbakin Babel pada tahun 2018 diduga kuat diselewengkan.

Duit negara senilai Rp 20 juta itu diterima langsung oleh Ir H Agus Lazuardi MT, Ketua Perbakin Babel masa jabatan 2015-2019 pada tanggal 8 Maret 2018 selaku pemohon.

Sementara yang menyerahkan bantuan dari PT Timah tbk, Cosa Rianda Sahab (Kabid Bina Lingkungan) dengan diketahui ketua umum Koni, atas nama sekretaris umum, Prasodjo.

Mirisnya, CSR sebagai kontribusi perusahaan diduga kuat diselewengkan tanpa ada bukti pertanggungjawaban.

“Yang saya dengar pihak Perbakin Babel menerima bantuan duit 20 juta untuk pembelian jaket menembak. Bantuan sudah lama diterima tapi jaket atau barangnya fiktif atau tidak ada, ” ujar sumber dapat dipertanggungjawabkan mengatakan kepada sejumlah wartawan, Selasa (21/5/2019) di Pangkalpinang.

 

Dikatakan sumber tadi, kalau bantuan CSR PT Timah itu duitnya diterima langsung sama ketua Perbakin, Pak Agus Lazuardi.

“Sekarang yang dipertanyakan kemana duit bantuan itu, contoh barang seperti jaket menembak tidak ada sampai sekarang. Bahaya ini duit negara jangan sampai dimainkan. Apalagi yang saya dengar sudah hampir setahun ini belum ada laporan pertanggungjawaban dari Perbakin Babel ke PT Timah, ” sampainya.

Sementara itu, Ketua Perbakin Provinsi Babel saat dimintai tanggapan seputar adanya bantuan dana CSR PT Timah tak menampik membenarkan adanya bantuan tersebut.

“Pernah ada bantuan itu dari CSR PT Timah, ya bantuan kegiatan lah,” ujarnya melalui sambungan telpon, Selasa (21/5/2019).

Saat ditanya apakah bantuan tersebut untuk membeli jaket menembak, Agus Lazuardi menyangkalnya.

“Tidak, idak. Kita ketemua bai oug. Kita ketemu bsok di kantorku, ” sangkalnya.

Dihubungi terpisah, Humas PT Timah tbk, Anggi Siahan apakah benar memberikan bantuan CSR dan apakah sudah ada laporan pertanggungjawaban. Namun sayangnya, Anggi selaku humas sulit sekali dihubungi. Beberapa kali hand phonenya dihubungi tidak dijawab pun demikian dikirimi pesan whatsapp juga tidak dibalas. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.