Murid SDN 30 Pangkalpinang Diajarkan Pelestarian Lingkungan

Lokal

FORUMKEADILANBABEL.COM, PANGKALPINANG – Untuk membentuk karakter peserta didik mencintai lingkungan sejak dini. SD Negeri 30 Kota Pangkalpinang sebagai Sekolah Dasar Bersih Sehat, dalam pembelajarannya diajarkan materi yang berkenaan dengan Pelestarian Lingkungan.

Materi materi yang berkenaan dengan lingkungan itu secara terintegrasi pada semua muatan pembelajaran.

Demikian disampaikan kepala SD Negeri 30 Pangkalpinang, Hj.Asnana, S.Pd. I , saat memantau pembuatan kompos oleh para siswa/siswi yang didampingi oleh guru mereka di lingkungan SD Negeri 30 Pagkalpinang, Kamis (16/5/2019.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai implementasi sekolah dasar bersih sehat (SDBS) dan program sekolah Adiwiyata.

“ Selain belajar pelestarian lingkungan secara teori, peserta didik kami diajarkan secara langsung, bagaimana seharusnya mereka belajar mencintai lingkungan mereka sejak usia dini. Mereka diajarkan bagaimana cara pelestarian lingkungan seperti ; mendaur ulang, membuat kompos, memelihara tanaman, menjaga kebersihan lingkungan dan masih banyak lagi yang lainnya. Kegiatan ini selain pada kegiatan kurikuler juga dilaksanakan pada kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka,“ ujar Asnana.

BACA JUGA :  Fraksi PKS DPRD Kota Pangkalpinang Meminta Pemkot Menguatkan Para Pengusaha Kecil dan Menengah di Tengah Menurunnya Perekonomian

Lebih lanjut Ibu Asnana menuturkan, SD Negeri 30 saat ini memang sedang melaksanakan persiapan untuk peniaian sekolah Adiwiyata tahun 2019 dari Tim Penilai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Selain mempersiapkan menuju sekolah Adiwiyata,SD Negeri 30 Pangkalpinang, yang terakreditasi A (unggul) ini , juga sedang dipersiapkan untuk peniaian sekolah sehat tingkat provinsi tahun 2019, juga sekolah ramah anak,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Rupayati selaku guru penanggung jawab sekolah dasar bersih sehat (SDBS) dan juga ketua tim sekolah Adiwiyata di SD Negeri 30 Pangkalpinang.

“Banyak kegiatan yang kami lakukan untuk menuju sekolah Adiwiyata diantaranya ; Pameran hasil karya siswa yang berkenaan dengan lingkungan, lomba berbusana yang bahannya berasal dari barang-barang bekas, lomba mading, membuat puisi, cara berhemat energi, menanam tanaman toga dan lain-lain. Kegaiatan tersebut biasanya dilakukan berbarengan dengan peringatan hari-hari lingkungan hidup , seperti ;hari air, hari bumi, hari hutan basah dan lain-lain,” ujar Ati nama panggilan ibu guru tersebut.

BACA JUGA :  Gubernur Erzaldi: Pemerintah Ingin Masyarakat Terlindungi

Regizca Syahri Putri, siswa kelas VA menuturkan sangat senang karena selain belajar di kelas ia juga sering diajak keluar kelas bahkan kadang kadang keluar lingkungan sekolah untuk melakukan pembelajaran.

” Belajarnya menyenagkan sekali, tidak bosan, serta kami diajarkan untuk bekerja dalam kelompok, lalu disuruh guru untuk memaparkannya di hadapan teman-teman kami “ , ujar Regizca yang bercita-cita ingin menjadi dokter. (Ibrahim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.