Diduga Merambah Kawasan Hutan Di Parit Tiga, Besok KPHP Bubus Bembang Antam Turun Ke Lapangan

Lokal
Dugaan pengrusakan kawasan hutan dengan sistem membuka area penambangan dengan menggunakan alat berat jenis eksavator yang diduga kuat tanpa mengantongi surat perizinan yang sah

FORUMKEADILANBABEL.COM, PARIT TIGA – Pihak Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui kesatuan pengelolaan hutan (KPH) menyatakan akan segera melakukan pengecekan langsung kelapangan guna mengetahui sejauh mana kebenaran informasi soal aktivitas penambangan di kawasan hutan Air Rebang dan wilayah yang lain seperti kawasan HL Kwarsa Teluk Limau dan juga Parit Delapan Desa Jebu Laut serta Dusun Tayu Desa Ketab yang dijarah Penambang ilegal dengan alat berat berupa Excavator yang sempat diberitakan di beberapa media online.

“Berita ini sudah saya sampaikan dengan dinas Kehutanan provinsi, Hari Senin akan kita cek ke lapangan. Kalau itu memang di dalam kawasan, langkah selanjutnya menunggu informasi dari Provinsi” tulis Melyadi S.Hut melalui pesan elektronik WhatsApp, Minggu (12/5/2019).

Lebih lanjut dikatakan Melyadi, apabila dilapangan ditemukan sesuai hasil kordinat masuk dalam kawasan hutan maka pihaknya akan memberi surat teguran untuk menghentikan kegiatan di dalam kawasan hutan tersebut.

“Setelah itu, tiga hingga lima hari kemudian kita cek lagi. Kalau mereka masih melakukan, kita beri surat peringatan dengan tembusan kepala dinas khutanan dan stake holder terkait. Kalau masih juga melakukan aktivitas, kita serahkan ke dinas kehutanan, untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya (Penertiban tim terpadu).” tandasnya.

Disampaikan juga jika wilayah kerja UPTD KPHP Unit 2 Jebu Bambang Antan ini mencakup Kecamatan Jebus, Parit Tiga, Kelapa dan Simpang Teritip.

Seperti dalam pemberitaan di beberapa media sebelumnya, dikabarkan dugaan pengrusakan kawasan hutan lindun (HL) atau hutan Produksi ( HP ) Air Rebang, Dusun Teluk Limau, Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar) kembali terjadi.

Pengrusakan kawasan hutan itu dilakukan dengan sistem membuka penambangan dengan menggunakan alat berat jenis eksavator selain itu kuat dugaan jika kegiatan tersebut tidak dilengkapi dengan ketentuan perizinan yang berlaku.

Kabar tersebut disertai dengan foto – foto terkait aktifitas penambangan yang diduga ilegal sejak 31 Maret 2019 yang beredar pada salah satu group WhatsApp Pers, Aktivis, ngopi Bangka Belitung (Babel).

Dari informasi yang berhasil dihimpun wartawan didapat dari warga Parittiga membenarkan kalau kawasan Air Rebang itu saat ini dibuka tambang dengan menggunakan alat berat jenis eksavator

“Benar daerah itu saat ini dibuka tambang dengan menggunakan alat berat jenis exsavator” ujar warga inisial EF, Sabtu (11/5/2019).

Menurut dia, ada 4 orang pengusaha asal Parittiga bekerja di daerah Air Rebang itu antara lain AD,Ab,AN, dan RD

Sementara kepala Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan ( KPHP ) Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung ( Babel ) Melyadi S.Hut baru mendapat informasi dari wartawan kalau daerah Air Rebang kembali ditambang dan diakui Meliadi bahwa daerah itu kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi( HP) namun dirinya tak banyak komentar terkait tambang itu masuk dalam kawasan atau tidak

“Senin (13/5/2019) mari kita sama- sama kelapangan (Air Rebang) kita cek kordinat penambangan tersebut, masuk atau tidak tambang itu dalam kawasan hutan” kata Meliadi melalui sambungan telpon, Sabtu (11/5/2019). (Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.