Waduh…Ternyata Bukan Cuma Tuntutan Yang Ringan Justru Putusannya Lebih Ringan Lagi

Hukum

 

Ilustrasi

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Penanganan peradilan terhadap terdakwa Muhammad Lazim alias Lazim bin Warsibin makin menjadi sorotan miring. Pasalnya meskipun tuntutan JPU dari Kejati Babel pada sidang tuntutan, Selasa (30/4) lalu dianggap publik merupakan tuntutan yang ringan terhadap pelaku pelanggaran UU Minerba ternyata pihak mejelis hakim PN Pangkalpinang pun justru menjatuhkan putusannya lebih ringan dari tuntutan Jaksa.

“Waduh bro, ternyata bukan cuma tuntutannya yang ringan justru putusannya lebih ringan lagi,” ungkap salah satu wartawan yang biasa meliput di PN Pangkalpinang, Jum’at (10/5).

Untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut, forumkeadilanbabel.com mencoba melakukan konfirmasi ke pihak humas PN Pangkalpinang, Hotma EP Sipahutar
terkait putusan majelis hakim terhadap terdakwa M. Lazim, Jum’at (10/5).

Dikatakan Hotma jika terdakwa M. Lazim dalam kasus penyelundupan timah balok benar telah diputus oleh Majelis Hakim yang diketuai I Nyoman Wiguna, S.H., M.H., dengan hakim anggota : Siti Hajar Siregar, S.H., dan Wahyudinsyah Panjaitan, S.H., M.Hum. selama 5 bulan penjara dan pidana denda sebesar Rp.25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 4 (empat) bulan.

“Mengenai Perkara Pidana atas nama Terdakwa Muhammad Lazim Alias Lazim Bin Warsibin telah dituntut oleh Penuntut Umum pada hari Selasa, tanggal 30 April 2019 dengan tuntutan pidana penjara selama 6 (enam) Bulan dan pidana denda Rp.5.000.000,00 (lima juta rupiah) subsidair 3 (tiga) bulan kurungan. Selanjutnya Majelis Hakim pada hari Selasa, tanggal 7 Mei 2019, perkara pidana atas nama Terdakwa tersebut telah diputus dengan putusan pidana penjara selama 5 (lima) bulan dan pidana denda sebesar Rp.25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 4 (empat) bulan,” ungkap humas PN Pangkalpinang, Hotma EP Sipahutar via pesan WhatsApp nya, Jum’at (10/5).

Apa pertimbangan majelis hakim sehingga menjatuhkan putusan yang terkesan ringan terhadap terdakwa M. Lazim yang telah terbukti melanggar Pasal 161UU RI No. 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana ?

Menurut Hotma pertimbangannya yaitu : terdakwa dengan kesadarannya menyerahkan diri ke kantor Polisi, terdakwa tidak berbelit-belit memberikan keterangan, terdakwa merasa bersalah dan menyesali perbuatannya, dan terdakwa belum pernah dihukum.

Selanjutnya terhadap terdakwa dijatuhkan pemberatan terhadap pidana denda yang semula dituntut Rp.5.000.000,00 (lima juta rupiah) subsidair 3 (tiga) bulan kurungan, selanjutnya diputus dengan pidana denda Rp.25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah),

“Apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 4 (empat) bulan, hal ini untuk membayar kerugian pada Negara,” tutupnya. (Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.