Didit : Tiga Partai Pengusung Harus Duduk Satu Meja, Mengingat Bangka Barat 2022 Akan Pilkada

Lokal
Didit Srigusjaya, Ketua DPRD Babel

FORUMKEADILANBABEL.COM, PANGKALPINANG – Kekosongan kursi wakil bupati Kabupaten Bangka Barat harus segera diisi guna mendukung program kerja Bangka Barat Hebat. Terlebih kabupaten ini tidak lama lagi di tahun 2022 akan pilkada.

“Terlepas apapun kita harus percepat mengisi kursi kekosongvan wakil bupati. Kita berharap nanti perlu dibicarakan antara PDI Perjuangan, PAN dan Hanura. Karena ini partai pengusung dan pendukung. Artinya kita akan duduk satu meja dan berharap kursi ini jangan terlalu lama kosong. Sebab tahun 2022 nanti Bangka Barat akan pilkada,” ujar Didit, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dihubungi melalui ponselnya, Senin (6/5/2019).

Namun untuk saat ini, kata Ketua DPD PDI Perjuangan Babel ini, bahwa untuk saat ini partainya belum membuka ruang kursi wabup mengingat partainya lagi konsentrasi menunggu tanggal 22 hasil pemilu maupun pileg.
” Tapi yang sudah bangun komunikasi sudah ada yaitu bapak Dedi Wijaya, anggota DPRD Babel dan Kepala Dinas PU Provinis, Ir Noviar Ishak. Sekarang ini baru 2 nama, tapi kita akan memberi ruang kepada siapapun baik itu kader maupun proposional. Intinya yang kita (partai) lihat keinginan rakyat bukan keinginan partainya. Rakyat ini maunya siapa calon wakil bupatinya, ” ungkap Didit.

Dikatakan Didit, PDI Perjuangan akan mencarikan sosok wakil bupati agar mampu benar-benar membantu bupatinya dan mampu untuk memberikan warna yang baik sehingga Bangka Barat mempunyai potensi yang sangat luar biasa.
” Artinya jika nanti wakil bupati yang duduk dari PDI Perjuangan kerja nyatanya baik maka ini akan berdampak baik juga dengan suara partai,” imbuh Didit.

Lebih jauh ditegaskan Didit, saat ini PDI Perjuangan belum melakukan pembahasan terkait kursi kosong wabup.

“Saat ini belum dibahas secara partai. Tapi sekarang sudah ada juga kader internal yang muncul dari partai.

” Seperti pak Ariyanto, pak Subandri dan ibu Elvy. Ketiganya sudah melakukan komunikasi tapi belom menyatakan sikap. Sedangkan pak Dedi Wijaya dan pak Noviar Ishak sudah menyatakan sikap ingin maju sebagai wakil bupati lewat PDI Perjuangan, ” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Babel, Haryadi mengaku pihaknya masih menunggu surat dari DPP.

“Besok pagi (hari ini) orangnya akan ke pusat. Ya kita lihat nanti seminggu inilah, ” kata Haryadi singkat, Senin (6/5/2019).

Sedangkan Ketua DPW PAN, Patrianusa masih tetap keukeh kalau partainya yang harus mendapat jatah kursi wakil bupati Bangka Barat. ” Jelas kalau dulu Hanura jadi wakil sekarang jadi bupati. Sedangkan almarhum pak Parhan Ali PDI P. Sudah sepantasnya sekarang adalah jatah PAN. Kita sudah mengusung orang dan Insha Allah sudah pas ada 2 orang dari kader dan non kader,” ujarnya dihubungi melalui ponsekbya, Senin (6/5/2019).

Terkait lamanya tiga partai pengusung duduk satu meja, Patrianusa mengaku kalau partainya sudah siap.
” Kalau kami sudah siap dan siap kapan saja karena ini harus segera. Karena kawan-kawan partai lainnya harus mengambil sikap dan jangan berlarut-larut. Jangan sampai kejadian di Bangka Tengah yang berlama-lama. Kalau bisa harus cepat ya untuk apa berlama-lama,” imbuhnya.

Agar proses berjalan cepat, Patrianusa mengaku sudah bertemu dengan ketua partai pengusung lainnya. ” Kalau saya sudah bertemu dengan pak Didit langsung membicarakan hal itu. Kalau dengan pak Haryadi ada dengan sekretaris saya. Intinya kita berharap cepat selesai untuk memajukan Bangka Barat dengan mengisi kekosongan wakil bupati ” tandasnya.(Red/don)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.