Risbinakes Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Di Wilayah Tanjung Ketapang

Lokal

 

Koordinator Risbinakes Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Nurhayati M.kes beserta rombongan dan Lurah Tanjung Ketapang beserta Ketua RT 06 Ishak

FORUMKEADILANBABEL.COM, TOBOALI – Poltekkes kemenkes Pangkalpinang melaksanakan kegiatan Risbinakes (Riset Pembinaan Kesehatan) Dosen Prodi DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Tahun 2019 dihadiri 37 orang Lansia (Lanjut usia) warga kelurahan Tanjung Ketapang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Giat berlangsung di gedung serba guna Kelurahan Tanjung Ketapang. Jumat (3/5/19).

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Tanjung Ketapang, Fandi SE yang didampingi Ketua RT 06 Ishak, dan juga dihadiri oleh pihak Poltekkes, Nurhayati, M.Kes selaku Peneliti Utama, Ns.Tajudin, S.Kep.,MM sebagai peneliti Anggota.

Enumerator (Pengambil Data), Ashar Abilowo, SST.,M.Kep., Ns. Syafrina Arba’ani Djuria, S.Kep., Ns.Julien Kumarin, S.Kep., Supervisor
Muhamad Seto Sudirman, M.Biomed.

Dalam kegiatan tersebut Tim Peneliti terlihat sangat kompak memberikan pelayanan kepada masyarakat diantaranya, pemeriksaan gula darah puasa, wawancara dan pengisian formulir ADL (Activities of Daily Living) dan latihan senam kaki.

Fandi dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi kegiatan yang dibawa oleh Nurhayati M.kes beserta rombongan sebagai Ketua peneliti utama dan juga dosen dengan jabatan Lektor poltekkes Pangkalpinang.

“Saya berharap kegiatan yang dilakukan hari ini bisa memberikan manfaat positif bagi warga khususnya Ketapang umumnya Kelurahan Tanjung Ketapang. Selain itu, saya mengajak untuk bekerja sama pada kegiatan-kegiatan selanjutnya. Kami dari pihak kelurahan siap menyediakan sarana dan prasarananya dan dari Poltekkes kami minta sebagai narasumbernya,” ucapnya.

Antusias warga Ketapang mengikuti senam kaki

 

Nurhayati Selaku Koordinator kegiatan Risbinakes mengatakan dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat melakukan senam kaki selama sebulan.
“Yakni 3 kali seminggu, utamanya yang menderita diabetes karena gula darah tinggi. Sebulan ke depan akan dievaluasi kembali kadar gula darahnya dan ADLnya,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, penyakit dabetes mellitus (DM) atau kencing manis menjadi ancaman serius bagi pembangunan kesehatan akibat komplikasi yang ditimbulkannya seperti kebutaan, gagal ginjal, kaki diabetes (gengrene) sehingga harus diamputasi, penyakit jantung, dan stroke.

Menurut global status report on NCD World Health Organization (WHO) pada tahun 2010 saja DM menduduki peringkat ke-6 penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi penyebab kematian. Upaya penanganan pada pasien DM sekaligus juga pencegahan terjadinya komplikasi adalah teraturnya pasien DM melakukan aktifitas fisik (berolahraga).

“Dengan berolahraga diharapkan terjaganya kebugaran tubuh, menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitivitas insulin, sehingga dapat memperbaiki kadar gula dalam darah,” terangnya saat diwawancarai awak media ini usai kegiatan.

Nurhayati menambahkan, salah satu aktifitas fisik yang juga dianjurkan secara rutin adalah Gerakan Senam Kaki Diabetes / DM. Manfaat yang diharapkan dari gerakan kaki yang teratur dari senam kaki diabetes, adalah tidak terjadinya komplikasi yang sering terjadi pada kaki-kaki pasien DM seperti luka infeksi yang tidak sembuh dan menyebar.

Cara melakukan gerakan senam kaki diabetes ini sangatlah mudah untuk dilakukan. Senam kaki diabetes bisa dilakukan di dalam maupun di luar ruangan. Tidak memerlukan waktu yang lama, karena hanya berlangsung sekitar 15-30 menit. Dan yang penting tidak memerlukan peralatan yang rumit, karena cukup dengan kursi dan sehelai koran bekas.

“Agar manfaat senam kaki diabetes lebih maksimal, penderita minimal melakukan gerakan senam kaki diabetes 3 kali sepekan, namun alangkah baiknya dapat dilakukan setiap hari,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu warga Tanjung Ketapang saat menerima latihan bagaimana cara senam kaki dalam kondisi duduk dikursi mengungkapkan rasa senangnya dengan olah raga yang diajarkan Nurhayati.

“Sangat senang, apalagi diajarkan senam kaki, dan pulang diberi bekal contoh senam kaki bisa dilakukan di rumah. Tidak susah lagi olahraga jalan jauh. Dengan senam kaki ini saya sudah berkeringat. Kaki tidak keram lagi,” kata ahmad Suradi yang berusia 72 tahun. (Baim).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.