Supeni Berharap Kasus Anaknya yang Terlahir Cacat Bukan karena Profesinya

Lokal

 

Buah hati pasangan┬áSupeni (52) – Nunung (43) Suhartini yang terlahir dalam kondisi cacat pada bagian kepala dan wajah.

 

 

Oleh : Rudy

FORUMKEADILANBABEL.COM, MUNTOK, — Buah hati pasangan Supeni (52) – Nunung (43) Suhartini warga Dusun Tanjung Ular Desa Air Putih Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat yang terlahir dalam kondisi cacat di RSUD Bangka Babar akhirnya diberi nama Muhammad Dirga. Sang ayah bayi berharap, kelainan yang diderita anaknya bukan lantaran profesinya.

Kepada Forumkeadilanbabel.com, Rabu, (10/4/2019), Supeni, ayah lima orang anak ini bercerita, sehari-hari dirinya dibantu istri rutin memungut sisa-sisa sampah laut di sekitar Pantai Penggalang Tanjung Ular yang jaraknya tak sampai 500 meter dari rumahnya. Sampah-sampah itu mulai dari botol bekas minuman dan obat-obatan sampai dengan seluruh yang berbahan plastik dan yang masih dianggap berguna dan diduga berasal dari sampah kapal. Pekerjaan rutin ini dilakukan sembari untuk menutupi kebutuhan hidup disela kesibukan lain dirinya sebagai buruh serabotan. Sementara sang istri keseharian hanya sebagai ibu rumah tangga.

BACA JUGA :  Langkah Konkret Gubernur Babel Tanggulangi Covid-19

“Lumayan Pak, kadang bisa dapat satu ton sampah plastik dari yang saya kumpulkan. Itu dalam sekali musim saja, musim barat. Sampahnya macam-macam mulai dari botol bekas minuman sampai obat-obatan. Pernah kalau batolnya kita buka baunya menyengat. Apa itu pengaruhnya ya kepada istri,” ujarnya menyinggung kondisi anaknya yang terlahir oleh dokter divonis Hydrocyphalus yang biasa kelainan fisik ini ditandai dengan kepala membesar.

Dilanjutkannya, dari keseluruhan sampah plastik laut yang terkumpul kemudian ia jual kepada pengepul. Harganya pun menurutnya lumayan.
“Kalau diambil ditempat harganya Rp.2.500, per kilo kalau dijual keluar harganya lebih dari itu, “ujarnya.

Demi kesembuhan bayinya, berbekal surat keterangan tidak mampu saat ini kata Supeni dirinya sedang berusaha mengurus kelengkapan administrasi mulai dari Dinas Kesehatan hingga Dukcapil.

BACA JUGA :  Pokdar Kamtibmas Dampingi Sat-Binmas Polres Pangkalpinang Sasari Warga Bagikan Bantuan Beras

“Jaga-jaga Pak, untuk kemudahan biaya berobat apabila sewaktu-waktu disuruh operasi,” ujarnya, kendati menurutnya keseharian untuk makannya pun sulit ditambah tanggungan biaya anak sekolah.

Hingga berita ini diturunkan bayi bernama Muhammad Dirga yang divonis Hydrocyphalus saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang inkubator kamar anak di RSUD Sejiran Setason Bangka Barat dibawah pengawasan dokter spesialis bayi.

Sementara itu sejumlah aktifis dan pejabat termasuk di Pangkalpinang dikabarkan bakal datang ke Muntok membesuk terkait kondisi bayi Muhammad Dirgantara yang terlahir mengalami cacat pada bagian kepala dan wajah. Tak terkecuali Gubernur Babel Bapak H Erzaldi Roesman.

“Saat ini Pak Gubernur masih berada di Jakarta dan kabarnya akan mengirim utusannya untuk melihat langsung kondisi bayi yang terlahir,” ujar seorang sumber yang juga tokoh di Pangkalpinang kepada media ini via seluler tadi malam.

BACA JUGA :  Wujudkan Program Klaster Kopi Bangka Belitung, Gubenur Tanam Perdana Kopi, Kapulaga, dan Cabe Jamu

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.