Danlanal Babel Turut Salurkan Bantuan Untuk Bayi Cacat M Dirga Sebesar Rp.5 Juta

Lokal
Tim penggalangan bantuan Peduli Bayi M. Dirga menerima bantuan dari Danlanal Babel, Letkol Laut (P) M . Taufik yang diserahkan secara simbolis oleh Kapt. Laut (S) Yordan bagian Penerangan di Pos TNI Pangkalbalam, Kamis ( 11/4/2019)

 

FORUMKEADILANBABEL.COM, PANGKALPINANG — Sebagai wujud kepedulian terhadap bayi dari kalangan warga tak mampu dilahirkan dalam kondisi cacat. Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Kepulauan Bangka Belitung turut memberikan bantuan berupa uang tunai Rp 5 juta.

Penyerahan bantuan Danlanal Babel, Letkol Laut (P) Muhammad Taufik diserahkan secara simbolis oleh Kapten Laut (S) Yordan selaku Penerangan TNI AL Babel di Pos TNI Pangkalbalam, Kamis (11/4/2019).

“Danlanal Babel lagi ada kegiatan di Belitung titip salam buat keluarga bayi dan semoga kuat menjalani cobaan. Untuk meringankan beban kami titipkan bantuan semoga dapat dipergunakan sebaiknya,” ujar Kapten Yordan.

Selain itu, bantuan dari pejabat di lingkungan Kota Pangkalpinang juga mulai mengalir untuk bayi malang terakhir diberi nama Muhammad Dirga (M Dirga).

Sejumlah bantuan mulai dari pejabat di lingkungan Kejari Pangkalpinang yang dikoordinir Kasi Pidum Erwin SH MH, Kodim 0413 dari Dandim yang diserahkan langsung oleh Kasdim Mayor (Inf) Sahudi kepada Koordinator Penggalang Dana terdiri dari Romli (Forumkeadilanbabel.com), Doni (Radar Babel) serta Robi (Jaya Pos). Total keseluruhan yang terkumpul nantinya mulai direkap.

“Bantuan dari para Dermawan ini besok rencananya akan langsung kita salurkan ke keluarga bayi di Muntok,” ujar Romli didampingi rekan-rekan yang mengaku spontan menggelar aksi sosial ini begitu terbit di media kabar bayi malang M Dirga.

Bantuan juga mengalir dari Dinas PUPR Provinsi, Perkim Babel, Sekwan Babel dan Dinas Pertanian Babel.

Terpisah, Bupati Bangka Barat, Markus, SH saat dikonfirmasi media ini terhadap berita kelahiran bayi cacat tersebut spontan menanggapi dan segera membuat jadwal untuk membesuk.

“Besok kita kesane, kelak ku kabarin, ” ujar Markus malam kemarin melalui pesan WA kepada wartawan ini.

Seperti diberitakan, bayi mungil berjenis kelamin laki-laki lahir di Muntok mengalami cacat permanen di bagian wajah dan kepala. Buah hati kelima pasangan Supeni (52) – Nunung Suhartini (43) terakhir diberi nama Muhammad Dirga ini lahir di RSUD Sejiran Setason Bangka Barat, Sabtu, (6/4/2019) setelah mendapat rujukan dari Puskesmas Muntok.

Saat terlahir, kondisi fisik bayi terlihat tak normal. Kendati memiliki mata namun sepintas tak begitu jelas. Sementara kepala dan jidat bayi membesar bagaikan balon yang memang tak lazim. Namun organ lain seperti bagian leher ke bawah terlihat normal.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat dihindar, pepatah ini seolah menggambarkan suasana hati yang masih dirundung duka dari keluarga bayi yang beralamat di Kampung Penggalang (samping masjid) Dusun Tanjung Ular Desa Air Putih Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat tersebut. Sampai berita ini diturunkan, bayi malang ini masih mendapat perawatan intensif dalam tabung inkubator ruang anak RSUD Sejiran Setason Bangka Barat.

Ayah bayi, Supeni, ditemui, Rabu, (10/4/2019), malam saat menunggu buah hatinya yang malang ini mengungkapkan, begitu diberitahu dokter kondisi bayi yang terlahir, istrinya kelihatan shock.

“Hanya beberapa malam di rumah sakit istri saya suruh dirawat di rumah. Kasihan kalau disuruh melihat kondisi bayinya walaupun sudah diberitahu,” ujar Supeni yang kemudian diminta menandatangani surat perjanjian oleh pihak rumah sakit.

Diceritakannya, saat usia kehamilan gejala tak normal ini sudah dirasa istrinya sampai kemudian melahirkan.

“Pada saat hamil memang kondisi istri berat, tidur ke kiri sakit, ke kanan sakit. Di puskesmas waktu mau melahirkan dari pagi sampai sore tidak ada perubahan. Akhirnya langsung dibawa ke rumah sakit,”ujar buruh serabotan ini terdaftar sebagai warga tak mampu sembari menutup kesedihannya.

“Untuk kondisi berobat memang dari biaya saya tidak mampu, tapi saya akan berusaha maksimal karena bagaimanapun ini anak kami,” ujarnya tertunduk.

Terkait kondisi bayi ini, dokter yang bertugas jaga yakni dr Veni saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya tidak bisa berkomentar terhadap kelainan yang diderita bayi karena kewenangannya hanya sekedar jaga.

Terpisah, Gubernur Bangka Belitung H Erzaldi Roesman juga akan  memerintahkan timnya dari dinas terkait provinsi turun ke Muntok Kabupaten Bangka Barat begitu mendengar ada bayi dari kalangan warga tak mampu dilahirkan dalam kondisi cacat.

Gubernur saat dikonfirmasi kemarin malam sudah mengaku memerintahkan timnya untuk melihat langsung kondisi bayi naas tersebut.

“Nanti biar team kami dari dinas datang langsung,” ujarnya saat dikonfirmasi via WA terkait kepedulian provinsi terhadap kondisi bayi yang didiagnosa menderita Hydrocyphalus. (Tim)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.