Tambahan Waktu 90 Hari, Proyek Rumah Susun di Nelayan Belum juga Rampung, Kajari Akan Cek ke Lapangan

Lokal
Pekerjaan Trotoar di sekitaran rumah susun di lingukungan Nelayan 2 Sungailiat belum selesai, Selasa (9/4).

Forumkeadilanbabel.com, Sungailiat – Proyek pembangunan rumah susun di kampung Nelayan dua Sungailiat Bangka TA 2018 hingga saat ini masih terus berlangsung.

Hal ini terpantau, Selasa (9/4) para pekerja masih sibuk melakukan pekerjaan berupa pemasangan meubeler di lantai 3 (tiga). Sementara meubeler di lantai satu dan dua masih berantakan dan belum terpasang. Selain itu, pengerjaan trotoar di sekitaran proyek rumah susun juga nampak belum selesai dikerjakan.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek rumah susun yang bernilai milyaran rupiah ini, Samsul mengatakan jika pekerjaan pemasangan meubeler tersebut bukan termasuk paket dalam proyek pembangunan rumah susun tersebut.

” Pemasangan meubeler tidak termasuk pekerjaan paket proyek rumah susun.” dalihnya ketika dikonfirmasi terkait pekerjaan proyek rumah susun tersebut via pesan WA, Rabu (10/4).

BACA JUGA :  Residivis Kasus Pencurian dan Penggelapan Kembali Diamankan Tim Buser Naga
Meubeler yang belum terpasang masih semraut di lantai 1, 2 dan 3 rumah susun Lingk. Nelayan 2 Sungailiat

 

Menurutnya, meubeler itu sudah lama datang nya karena pemasangannya harus menunggu pekerjaan rumah susun selesai makanya baru dipasang sekarang.

“Meubeler itu sudah lama datangnya di simpan di gudang dan baru dipasang sekarang sebab nunggu rumah susun selesai dulu,” kata Samsul yang saat ini bertugas di PJN Padang.

Namun kata dia, untuk lebih jelasnya silahkan hubungi PPK nya yang baru.

“Kalau mau lebih jelas, tolong ke PPK yang baru,” tutupnya.

Terpisah, terkait informasi tersebut, kepala kejaksaan negeri (Kajari) Bangka, Jeffry Huwae berjanji akan mengecek langsung ke lokasi proyek guna mengetahui sejauh mana kebenaran informasi terkait masih adanya kegiatan pekerjaan proyek rumah susun di kampung Nelayan tersebut.

BACA JUGA :  Erzaldi Harap Pemprov dan DPRD Bersinergi Sukseskan 4 Raperda

“Oh begitu ya, kita akan turun besok untuk mengecek kebenarannya. Sepengetahuan kami pertanggal 30 Maret 2019 kegiatan pekerjaan di situ tidak ada lagi. Sesuai pengajuan mereka dengan menggunakan PMK (peraturan menteri keuangan, red) mereka telah diberi waktu tambahan selama 90 hari tanpa denda. Tapi kalau saat ini belum selesai nanti kita akan selidiki,” tandas Kajari di kantornya, Selasa (9/4).

Bilamana dalam pengecekan, lanjut Kajari ditemukan adanya kegiatan pekerjaan di proyek rumah susun tersebut masih berlangsung maka pihaknya akan kembali memanggil pihak pihak terkait.

“Kalau memang ternyata masih ada kegiatan kegiatan di situ. Maka kita akan kembali memanggil pihak pihak terkait,” janjinya.

BACA JUGA :  Temukan Jalan Bergelombang, Gubernur Erzaldi Perintahkan Dinas PUPR Babel Segera Lakukan Perbaikan

Lalu bagaimana hasil pemeriksaan terhadap PPK, Samsul yang sempat diperiksa oleh Kasi Pidsus yang berlangsung hingga malam hari? Adakah kaitannya dengan proyek pekerjaan pembangunan rumah susun tersebut?

Kajari Bangka ini terkesan memberikan jawaban diplomatis. Dikatakannya kalau itu bukan pemeriksaan akan tetapi hanya klarifikasi terkait keterlambatan penyelesaian proyek rumah susun tersebut.

“Bukan. Itu bukan pemeriksaan tapi hanya klarifikasi terkait proyek pekerjaan rumah susun itu. Belum..belum sampai ke pemeriksaan,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, forumkeadilanbabel.com masih dalam upaya mendapatkan konfirmasi pihak kontraktor proyek rumah susun yang kabarnya mendapat pendampingan TP4D Kejati Babel.(Red)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.