Menyedihkan, Bayi Mungil Ini Lahir Cacat pada Kepala dan Wajah

Lokal

 

 

Bayi pasangan keluarga tak mampu, Supeni (52)-Nunung Suhartini (43) warga Tanjung Ular Muntok lahir Sabtu, (6/4/2019), cacat, didiagnosa menderita Hydrocyphalus.

Oleh : Rudy

FORUMKEADILANBABEL.COM, MUNTOK, — Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki lahir di Muntok mengalami cacat permanen di bagian wajah dan kepala. Buah hati kelima pasangan Supeni (52) – Nunung Suhartini (43) ini lahir di RSUD Sejiran Setason Bangka Barat, Sabtu, (6/4/2019) setelah mendapat rujukan dari Puskesmas Muntok.

Saat terlahir, kondisi fisik bayi terlihat tak normal. Kendati memiliki mata namun sepintas tak begitu jelas. Sementara kepala dan jidat bayi membesar bagaikan balon yang memang tak lazim. Namun organ lain seperti bagian leher ke bawah terlihat normal.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat dihindar, pepatah ini seolah menggambarkan suasana hati yang masih dirundung duka dari keluarga bayi yang beralamat di Kampung Penggalang (samping masjid) Dusun Tanjung Ular Desa Air Putih Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat tersebut. Sampai berita ini diturunkan, bayi malang ini masih mendapat perawatan intensif dalam tabung inkubator ruang anak RSUD Sejiran Setason Bangka Barat.

Ayah bayi, Supeni, ditemui Forumkeadilanbabel.com, Rabu, (10/4/2019), malam saat menunggu buah hatinya yang malang ini mengungkapkan, begitu diberitahu dokter kondisi bayi yang terlahir, istrinya kelihatan shock.

“Hanya beberapa malam di rumah sakit istri saya suruh dirawat di rumah. Kasihan kalau disuruh melihat kondisi bayinya walaupun sudah diberitahu,” ujar Supeni yang kemudian diminta menandatangani surat perjanjian oleh pihak rumah sakit.

Diceritakannya, saat usia kehamilan gejala tak normal ini sudah dirasa istrinya sampai kemudian melahirkan.

“Pada saat hamil memang kondisi istri berat, tidur ke kiri sakit, ke kanan sakit. Di puskesmas waktu mau melahirkan dari pagi sampai sore tidak ada perubahan. Akhirnya langsung dibawa ke rumah sakit,”ujar buruh serabotan ini terdaftar sebagai warga tak mampu sembari menutup kesedihannya.

“Untuk kondisi berobat memang dari biaya saya tidak mampu, tapi saya akan berusaha maksimal karena bagaimanapun ini anak kami,” ujarnya tertunduk.

Terkait kondisi bayi ini, dokter yang bertugas jaga yakni dr Veni saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya tidak bisa berkomentar terhadap kelainan yang diderita bayi karena kewenangannya hanya sekedar jaga.

“Untuk lebih jelasnya nanti ada dokter specialist anak yang lebih berkompeten,” ujar dr Veni.

Namun dr Veni menyebut dugaan medis berdasarkan diagnosa sementara, bayi mungil tersebut mengalami kelainan yakni Hydrocyphalus dengan ciri fisik kepala membesar.

“Untuk perawatan tergantung sampai bayi ini stabil. Kalau sudah stabil nanti orang tua kita beritahu,” ujar dr Veni.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.