KELUARGA PASIEN MENGELUH KARTU BPJS TIDAK BERLAKU DI UGD PUSYANDIK TOBOALI

Lokal

Forumkeadilanbabel.com, Toboali – Pelayanan kesehatan prima merupakan hak semua pasien yang mendambakan pelayanan secara maksimal di seluruh tempat, baik yang dikelola oleh Pemerintah maupun swasta.

Namun hal tersebut tidaklah sepenuhnya terlayani dengan baik. Seperti halnya yang disaksikan Bang Baim, salah satu pemerhati pelayanan kesehatan di Bangka Belitung ini menilai pelayanan kesehatan di kepulauan Bangka Belitung belum terlaksana sepenuhnya. Menurutnya masih ada oknum perawat tidak melaksanakan tugas sepenuhnya dengan baik sebagai pelayan kesehatan.

Terkait pelayanan oleh salah satu oknum perawat di Posyandik Toboali Bang Baim sangat menyesalkan pelayanannya.

“Siapa sebenarnya yang berkewajiban melayani, perawatnya ataukah keluarga? Inilah yang kita keluhkan,” ungkapnya kepada media ini, Minggu (7/4/19).

Lebih lanjut diungkapkannya jika dirinya membawa keluarganya dalam kondisi tidak sehat ke klinik terdekat, namun mirisnya mendapatkan pelayanan yang tidak sepantasnya.

“Kami membawa keluarga dalam kondisi tidak sehat ke pelayanan kesehatan terdekat dikarenakan seharian dia (pasien) mengeluh dingin sementara kami periksa ubun-ubunnya sangat panas hingga mengambil putusan dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat.
Klinik Utama Bakti Timah Toboali (Posyandik) demi mendapatkan pelayanan kesehatan,” imbuhnya.

 

Namun sungguh disayangkan saat tiba di Posyandik hanya ada satu perawat yang standby, itupun disambut dengan cara tidak bersahabat yang menurut kami tidak mencerminkan perilaku seorang perawat, keluarga pasien menganggap kurang beretika dan kamipun merasa tidak berkenan, namun karna melihat kondisi pasien yang sedang dalam kondisi kesehatan terganggu membuat keluarga pasien menahan dan menyaksikan perilaku perawat tersebut yang terkesan angkuh,” ungkapnya penuh kekecewaan.

“Parahnya lagi saat pasien muntah di ruangan, tindakan oknum perawat hanya mengambil wadah muntah yang diberikan kepada keluarga pasien dan ternyata wadah yang diberikan adalah Pispot (Penadah urine) sungguh terlalu,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, kata bang Baim muntahan pasienpun oleh oknum perawat tersebut meminta kepada keluarga pasien yang membuangnya ke closed, sedangkan perawat tersebut hanya menunjuk saja tidak beranjak dari tempat duduknya.

“Ini sungguh keterlaluan, ditambah lagi saat obat mau diminumkan, lagi-lagi perawat tersebut hanya diletakkan begitu saja di atas meja selanjutnya menyuruh keluarga pasien juga untuk melayani pasien dan parahnya lagi air minum untuk diminumkan ke pasien, harus keluarga pasien yang membeli sendiri air mineral di luar Posyandik. Perawat tersebut bilang di sini tidak ada air minum, bapak pergi saja beli di luar.” ujar Bang Baim seraya menggeleng-gelengkan kepalanya serasa dirinya tak yakin jika masih ada perangai perawat seperti di zaman keterbukaan informasi seperti saat ini.

Rumah sakit dibawah PT RSBT ini (Pusyandik,red) tidak mampu menyediakan air mineral untuk pasien.

Lebih-lebih lagi saat pihak Pusyandik meminta bayaran tunai sementara kepada pasien peserta BPJS.

“Kami menganggap dan menduga ada ketidak beresan dalam pelayanan Administrasi,” kata Bang Baim.

Terpisah, Candra selaku bagian SDM Pusyandik terkait keluhan pelayanan di Pusyandik dan tidak berlakunya Kartu Pasien BPJS di UGD pusyandik, berjanji akan menyampaikan hal tersebut ke atasannya.

“Baik pak terimakasih atas masukan dan informasinya demi untuk kebaikan klinik. Kami minta maaf bila ada kekurangan dalam pelayanan kami. Saya akan sampaikan ke atasan dan evaluasi bagi perawat kami,”ucap Candra via pesan WA, Minggu (7/4)

Tak berselang lama, Candra kembali menyampaikan jika informasi terkait pelayanan oknum perawat tersebut sudah disampaikan ke kepala klinik Posyandik.

“Baik pak informasi ini sudah masuk ke kepala Klinik besok akan kami minta keterangan terkait pelayanan hari ini,” tutuppnya. (Obi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.