Proyek Pembangunan Jembatan Fajar Indah Diduga Bermasalah, Kajari : Jika Hasil Pekerjaan Tak Sesuai Kontrak Dibongkar

Hukum
Jembatan Fajar Indah 3 diduga bermasalah

Forumkeadilanbabel.com, Bangka Selatan – Pekerjaan pembangunan 3 (tiga) unit jembatan di Desa Fajar Indah Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan (Basel) kembali dipertanyakan.

Pasalnya proyek pembangunan 3 (tiga) unit jembatan tersebut baru selesai dibangun pada 8 Desember 2018 kemarin. Namun kondisi fisik di beberapa bagian jembatan sudah banyak yang retak bahkan terbelah.

Seperti halnya dinding penahan belakang jembatan (back wall) dan dinding sayap (wing wall) jembatan telah mengalami keretakan yang cukup serius.

 

 

Dalam pantauan, Rabu (3/4) terlihat juga bagian aspal penghubung jembatan dan aspal oprit telah terbelah dan menganga lantaran diduga tak menggunakan ‘Asphalttic Plug’

Masih dalam pantauan, ke tiga jembatan itu juga tak terlihat memakai elastomer bearing pads/karet bantalan pada jembatan tersebut. Padahal elastomer/ karet bantalan merupakan komponen penyanggah utama girder dengan beton penyanggah bagian bawah kontruksi jembatan yang berfungsi sebagai penahan tekanan atau beban yang melintasi jembatan sehingga dapat meminimaiisir tekanan pada beban jembatan.

Tidak hanya itu, sisa sisa bangunan lama seperti tonggak tonggak tiang jembatan lama juga terlihat tidak dibersihkan oleh pihak pelaksana sehingga hal tersebut akan berakibat pada penyumbatan aliran air sehingga akan berpotensi tergerusnya pondasi jembatan.

Dengan beberapa temuan tersebut mengindikasikan jika PT Karya Mulya Nugraha selaku pelaksana dalam melakukan pekerjaan  proyek yang menelan dana senilai Rp 7,620,000.000 yang bersumber dari APBD Pemkab Basel tahun 2018 terkesan kurang memperhatikan kwalitas pekerjaan.

 

Kepala bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Bangka Selatan (Basel) Juniwar di dampingi Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) Ruly membantah kalau pelaksanaan pekerjaan pembangunan jembatan Fajar Indah tidak sesuai dengan spesifikasi tehnik atau RAB

“Pekerjaan itu sudah sesuai dengan spek dan RAB pekerjaan dan saat ini masih masa pemeliharaan selama 6 bulan hingga bulan Juni 2019 mendatang” ujar Ruly selaku PPK proyek pembangunan Jembatan Fajar Indah, di ruang kerjanya, Jum’at ( 5/4/2019)

Terkait banyaknya keretakan di beberapa bagian bangunan jembatan Ruly berkilah terjadinya keretakan itu lantaran pada saat pekerjaan pemadatan oprit atau sayap jembatan dengan mobil giling sehingga menyebabkan dindingnya bergoyang.

“Keretakan itu terjadi ketika pekerjaan pemadatan tanah oprit dengan mobil giling sehingga menyebabkan kertakan terjadi” katanya.

Disinggung soal bagian sambung siar muai (ekspansion joint) yang juga sudah terbelah pada jembatan Fajar Indah 3, apakah karena tidak adanya asphalt tic? Rully katakan jika proyek jembatan Fajar Indah tak menggunakan asphalt tic.

“Dalam RAB nya tidak pakai asphalt tic,” kata Ruly.

Juniwar mengatakan karena jembatan itu masih dalam masa pemeliharaan maka dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang pihak kontraktor pelaksana (PT Karya Mulya Nugraha, red ) untuk melakukan pekerjaan perbaikan.

“Senin besok kita akan kirim surat ke pihak kontraktor untuk meminta mereka memperbaikinya,” tandas Jumiwar.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Toboali Bangka Selatan Safrianto didampingi Kasi Intel Dodi Purba mengatakan bahwa proyek pekerjaan tersebut masih dalam masa pemeliharaan. Namun meski demikian pihaknya akan melakukan pengecekan.

“Sesuai dengan pendampingan TP4D, kita akan segera melakukan klarifikasi atau pengecekan langsung kelapangan bersama pihak dinas dan kontraktor terkait sejauh mana kebenaran kondisi hasil pekerjaan jembatan tersebut,” kata Safrianto di ruang kerjanya, Jumat (5/4/2019).

Ditambahkan Safri kalau nantinya setelah melakukan klarifikasi di lapangan ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spek pekerjaan kita minta kepada dinas PU untuk segera diperbaiki sesuai dengan speknya.

“Namun jika ditemukan tidak sesuai dengan kontrak maka kita minta pekerjaan itu di bongkar,” tandasnya. (Red)

 

L

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.