DPRD Babel Sebut Sebagian Mantan Mahasiswa Taiwan Yang Pulang Kampung Karena Kurangnya Kesiapan Mental

Advetorial

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Sebanyak 6 (enam) orang mahasiswa Bangka Belitung yang resmi mengundurkan diri dari proses pendidikan di universitas negara Taiwan mendatangi DPRD Bangka Belitung guna menyampaikan keluh kesah mereka kepada DPRD Babel.

Pertemuan tersebut digelar di ruang Badan Musyawarah kantor DPRD Bangka Belitung, Rabu (27/3/2019) sekira pukul 13.00 WIB.

Wakil ketua komisi IV, Tanwin kepada awak media mengatakan kedatangan mahasiswa tersebut untuk mengadukan persoalan selama mereka menempuh pendidikan di Taiwan . Namun menurut Tanwin permasalahan yang diadukan mereka tidak terlalu urgent (penting).

Diungkapkan Tanwin adanya persoalan mahasiswa tersebut lantaran kurangnya kesiapan mental mereka untuk menempuh pendidikan di negara Taiwan . Oleh karenanya mereka lebih memilih pulang ke kampung halaman ketimbang melanjutkan proses pendidikan mereka di sana.

“Jadi kalau melihat persoalan yang disampaikan adik-adik tadi, itu tidak ada yang urgent. Itu persoalan biasa, artinya mungkin mereka tidak siap,” ujar Tanwin, Rabu (27/3) ditemui usai audiensi.

Tanwin mencontohkan, satu di antara keluhan mantan mahasiswa ini yakni adanya selisih kebutuhan dengan pendapatan mereka selama berkuliah di sana dikarenakan magang.

Padahal kata Tanwin beasiswa yang diberikan memang hanya satu tahun, selanjutnya dibayar sendiri melalui program magang tersebut. Contohnya para mantan mahasiswa tidak paham jika program di sana adalah program untuk mahasiswa yang tidak mampu.

“Makanya saya katakan kepada mereka, harusnya mereka sebelum tanda tangan mestinya harus tahu dong (informasi programnya, red) dan yang paling penting kesiapan mental. Karena kita di negeri orang harus siap mental. Jangan sampai kita cengeng jadi anak negeri ini. Gimana mau maju,” imbuhnya.

Sementara itu Ari, mantan mahasiswa di Taiwan mengucapkan terimakasih kepada anggota dewan yang sudah mau mendengar aspirasi mereka. Dia berharap kedepannya ada perbaikan, khususnya bagi para mahasiswa yang sekarang masih magang di Taiwan .

Ari menambahkan, alasan mereka pulang dikarenakan ada beberapa mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di AKPOL (Akademi Kepolisian) dan AKMIL (Akademi Militer). Kemudian ada juga mahasiswa yang akan mengambil beasiswa lain di luar negeri juga.

Menurutnya, satu di antara perbaikan yang diharapkannya adalah adanya bantuan subsidi biaya dari pemerintah untuk mahasiswa yang masih kuliah di sana, yang mana selama beasiswa tersebut ditanggung penuh dari pihak Taiwan selama satu tahun penuh. Dan belum ada bantuan subsidi dari pemerintah.
“Belum ada, itu full beasiswanya itu dari Taiwan,” pungkasnya. (Ad/FkB)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.