PT Timah Akan Kaji Lebih Dalam Soal Perizinan PIP di Perairan Romodong

Advetorial
Kabid Humas PT Timah, Anggi Siahaan (kanan)

 

Forumkeadilanbabel.com, Belinyu – Menanggapi tuntutan para demonstran nelayan gabungan dari Kabupaten Bangka dan Bangka Barat di depan kantor UPTD PT Timah Tbk Belinyu, Senin (18/3), perusahaan PT Timah Tbk melalui Kabid Humas nya, Anggi Siahaan akhirnya memberikan tanggapan resminya kepada awak media.

Menurut Anggi masalah perizinan ponton isap penambangan (PIP) di Laut Pantai Remodong Belinyu  yang dikeluhkan para demonstran, pihaknya akan melakukan evaluasi atau mengkaji ulang lagi.

” Karena kegiatan PIP ini legal, maka kita akan evaluasi dan mengkaji lagi soal perizinannya,” kata Anggi kepada awak media, di kantor UPLB PT Timah Belinyu, Senin (18/3).

Dalam waktu berapa lama lagi pihak PT Timah akan melakukan pengkajian itu? Anggi katakan jika hal tersebut akan dikomunikasikan lebih lanjut.

“Ini merupakan dinamika dalam berkomunikasi. Kami perusahaan yang notabene bertujuan memperjuangkan kepentingan negara, kepentingan hajad orang banyak. Namun nantinya akan kami komunikasikan lebih lanjut. Mengenai evaluasinya berapa lama akan kami kaji lebih dalam lagi,” kata Anggi.

Sementara itu, Ali Syamsuri selaku Kepala Unit Produksi Laut Bangka (Ka. UPLB Bangka) mengatakan jika penghentian kegiatan penambangan oleh PIP di perairan pantai Romodong belum bisa dilakukan lantaran belum adanya perintah dari Pemerintah Daerah untuk menghentikan aktivitas tersebut.

“Untuk masalah itu, belum ada perintah dari Pemerintah Daerah untuk menghentikan aktivitas tersebut, jadi kami perusahaan BUMN tidak bisa melakukan apapun,” tegasnya.

Ali menambahkan jika aktivitas penambangan PIP tersebut dilakukan oleh warga setempat dan bukan warga asing ataupun pendatang.
“Yang bekerja pada PIP romodong itu ialah warga asli setempat dan bukan warga luar ataupun warga asing,” tutupnya. (Ad/FkB)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.