Aktiftas Tambang Ilegal di Parit 6 Pangkalpinang Masih Terus Beroperasi

Lokal
Aktifitas penambangan timah dan pasir ilegal di wilayah Parit 6 Air Itam kota Pangkalpinang , Rabu (13/3/2019)

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang -Tambang yang diduga ilegal berlokasi di kawasan Parit Enam dekat kuburan Kota Pangkalpinang hingga saat ini masih terus beroperasi. Meski sudah pernah ditertibkan oleh Satpol PP Provinsi pada Sabtu (5/1/2019) lalu. Hingga saat ini masih saja tetap beroperasi dan malahan makin menjadi – jadi.

Pantauan sejumlah wartawan yang datang ke lokasi, Rabu siang (13/3/2019), aktivitas tambang tersebut masih berlangsung dan makin menjadi. Sebanyak 2 unit eksavator (PC) ukuran besar dan 1 PC kecil beroperasi menambang pasir.

Bahkan selain menambang pasir, di lokasi yang sama juga terdapat penambangan pasir timah yang jelas-jelas ilegal.

Beberapa truk terlihat hilir mudik mengambil pasir dari lokasi.

Eksavator sedang mengisi pasir di salah satu dum truck yang diduga hasil kegiatan tersebut tidak mendatangkan keuntungan bagi Pemkot Pangkalpinang

 

Anton, salah seorang yang berada di camp penambangan mengaku kalau lahan tersebut milik pribadi..

“Orang Cin yang punya lokasi ini. Kalau yang nambang timah itu semua kebanyakan warga dari Parit Enam. Lagian lokasi ini lahan pribadi, ” katanya.

Diberitakan sebelumnya, terungkap bahwa penambangan dalam melakukan aktivitasnya diwajibkan menyetor fee kepada seseorang bernama Willy.

Hal ini diungkapkan salah satu pengelola lahan tambang pasir dan timah ilegal ketika dirazia oleh Satpol PP Provinsi beberapa waktu lalu.

Saat dikonfirmasi salah satu pengelola lahan tersebut menyebutkan jika dirinya hanya berkerja dilokasi milik pribadi bukan lahan pemerintah walaupun di lahan itu ada plang bertuliskan lahan ini milik PT. Timah

“Kami bayar fee kepada Willy per kilo 15 ribu dan lahan ini milik pribadi bukan milik lahan PT. Timah,” ungkap pengelola ini tanpa mau disebutkan namanya.

Dia juga mengatakan jika setiap keluar masuk timah dan pasir dilokasi parit enam tersebut harus dihitung dan akan disetorkan kepada Willy.

“Ku hanya pengawas saja tidak tahu kemana barang tersebut dijual,” katanya.

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Babel, Kombes Indra Krismayadi melalui Kasubdit IV, AKBP Siswantoro saat dikonfirmasi mengatakan akan mengecek ke lokasi tambang ilegal yang berada di Kota Pangkalpinang. ” Nanti saya cek dimana lokasinya dan jika benar ada aktivitas tambang ilegal tentu saja akan ditindak, ” ujar AKBP Siswantoro melalui sambungan telepon, Rabu (13/3/2019).
Hingga berita ini diturunkan, Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil yang dikonfirmasi via pesan WA, Rabu (13/3/2019) terkait aktifitas tambang di wilayah yang tidak boleh ada penambangan. Molen panggilan akrab dari walikota Pangkalpinang ini  belum memberikan tanggapannya . (Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.