50 Desa & 3 Kelurahan di Basel Ikuti Sosialisasi Evaluasi & Monitoring Penggunaan Dana Hibah

Lokal

 

Forumkeadilanbabel.com, Toboali – Dinas Kesra Basel mengelar kegiatan Sosialisasi Evaluasi dan Monitoring Hibah Bidang keagamaan Tahun 2019. Sebanyak 106 (seratus enam) orang peserta terdiri dari 50 (lima puluh) desa dan 3 (tiga) kelurahan yang ada di kabupaten Bangka Selatan masing-masing mengutus dua orang sebagai peserta Sosialisasi Hibah Keagamaan yang berlangsung di Hotel Marina jalan Jendral Soedirman Toboali, Selasa (12/3/19).

Hadir dalam kegiatan tersebut
Muhson, S.St, M.Si selaku
Kepala Dinas Kesra (kesejahteraan rakyat) Basel, kajari Bangka Selatan, Safrianto Zuriat Putra diwakili oleh Dody Purba selaku kasi intel Kejari Basel dan sekaligus sebagai Narasumber dalam Acara Sosialisi Hibah keagamaan.

Kegiatan tersebut mengambil tema” Kita Tingkatkan Transparansi Akuntabilitas Penyaluran dan Pengunaan Hibah Keagamaan demi mencapai Bangka Selatan yang Maju, Mandiri, Sejahtera dan Berdaya Saing”.

BACA JUGA :  Lepas 18 Atlit Ke PON Papua, Ini Pinta Molen

Muhson usai giat berlangsung saat diwawancara oleh awak media ini mengatakan bahwa dengan adanya sosialisasi danah hibah ini bertujuan agar penggunaannya bisa tepat sasaran.

“Tepat penggunaannya bagaimana mesjid bisa menjadi lebih baik, yang tujuannya supaya pengurus mesjid sendiri walaupun dapat danah hibah bukan menjadi masalah tapi malah justru membawa barokah,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Muhson mengatakan, untuk pencanangan dana hibah keagamaan tidak khusus hanya kepada mesjid saja.
“Namun Dana hibah itu bisa siapa saja yang mengajukan seperti, yayasan-yayasan, baik agama – agama lain juga bisa untuk mendapatkan hak itu,” ujar Muhson.

Dikatakannya juga jika pemerintah daerah tidak menutup untuk yang lain. Yang terpenting persyaratan untuk pengajuan dana hibah itu harus jelas.

BACA JUGA :  Soal Dugaan Tipikor di PUPR Babel, PERMAHI: "Itu Extra Ordinary Crime"

“Mengajukan proposal ada akta pendiriannya, jangan sampai tidak ada. Nanti pertanggung jawabannya kepada siapa kalau tidak ada akta pendiriannya” imbuh kadis kesra yang baru menjabat sebulan 15 hari ini.

Muhson juga mengingatkan jika dana hibah itu ada di dinas PPKAD bukan di institusinya.

“Nanti digelontorkan melalui hibah dari proposal yang diajukan kemudian disampaikan berapa yang akan dianulir nanti kita yang akan periksa ke lapangan. Nantinya juga ada dari pihak inspektorat ada dari PU ada dari KESRA, ada dari Bappeda. Mereka semua turun ke lapangan untuk melihat kelayakan apakah bisa untuk diberikan. Ada tim survei yang akan memeriksa kebenaran dilapangan dan tim tidak asal asalan semua harus melewati mekanisme yang ada. Setelah dibangunpun ada tim surveinya. Kalau PU menilai berapa yang layak dibantu sesuai Rab nya. Sedangkan inspektorat berkaitan dengan pelaporan keuangannya,” pungkas Muhson.

BACA JUGA :  Tingkatkan Penghasilan Keluarga, Warga Desa Sungai Padang Manfaatkan Lahan Kosong Tanam Toga dan Sayur-Mayur

Sementara itu, kasi Intel Kejari Basel, Dody P Purba usai mengisi kegiatan Sosialisasi Hibah keagamaan selaku pembawa materi seizin Kajari Basel Safrianto Zuriat Putra mengatakan, jika pihak kejari Basel dalam kegiatan tersebut memberikan materi mengenai Prosedur penyaluran dana hibah menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Dengan harapan agar prosedur penyaluran dana hibah di basel dapat berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, tepat guna dan mutu serta jauh dari penyimpangan, sehingga dapat mendukung kinerja pemda basel,” terang kasi Intel Kejari Bangka Selatan Dody P Purba. (Ibrahim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.