Ini Penegasan Molen Terkait Statemen Gubernur Babel

Lokal

 

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat diwawancarai terkait pertambangan di kawasan Parit Enam Pangkalpinang, Jum’at (8/3)

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang — Statemen  Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman di beberapa media yang mengizinkan penambang timah ilegal beroperasi di kawasan Parit Enam dengan syarat setelah selesai harus ditimbun lagi terus menuai pro dan kontra.

Setelah sebelumnya sempat menuai kritikan dari LSM. Kali ini forumkeadilanbabel.com berhasil mendapatkan tanggapan dari Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil terkait statemen orang nomor satu di Provinsi Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman.

Walikota Pangkalpinang,  Maulan Aklil menegaskan tidak ada zona pertambangan dikota Pangkalpinang.

Penegasan Walikota Pangkalpinang disampaikan saat ditemui seusai kegiatan Jumat Bahagia di rumah dinasnya, Jum’at8/3).

Menurut Molen sapaan walikota Pangkalpinang ini,  berdasarkan tata ruang dan wilayah di kota Pangkalpinang tidak ada zona tambang.

“Pak Gubernur pasti tau itu,” tandasnya.

Lahan yang dimaksud oleh Gubernur Babel itu, lanjut Molen bukan di wilayah kota Pangkalpinang akan tapi berada di wilayah kabupaten Bangka Tengah. Jadi tidak ada kaitannya dengan kota Pangkalpinang.

“Dilokasi tersebut terdapat 9 hektar, yang dipunyai Kota Pangkalpinang hanya 5 (lima) hektar sisanya masuk wilayah Kabupaten Bangka Tengah dan 2 (dua) hektar memang miliki Provinsi,” terang Molen kepada sejumlah awak media.

Molen meyakinkan jika dirinya sudah mencari informasi dari orang orang yang berkompeten untuk menanyakan permasalahan tersebut dan lokasi yang dimaksud Gubernur itu tidak masuk wilayah kota Pangkalpinang tapi berada di wilayah Kabupaten Bangka Tengah.

“Kami tegaskan Kota Pangkalpinang tidak ada pertambangan. Mungkin Parit Enam yang dimaksudkan pak Gubernur itu bukan wilayah Kota Pangkalpinang tapi Kabupaten Bangka Tengah,” pungkasnya.  (Yuko)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.