Gubernur Babel Dinilai Lemah Atasi Penambangan Liar

Hukum

 

Forumkeadilanbabel.com, Belitung Timur- Keputusan yang diambil oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman yang membolehkan melakukan penambangan liar di lokasi Parit Enam kota Pangkalpinang tanpa didasari perizinan yang semestinya akhirnya mendapat sorotan.

Salah satunya dari ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM) Fakta, Ade Kelana.  Menurut Ade secara aturan jelas hal ini telah merusak tatanan peraturan tentang pengelolaan pertambangan yang berlaku dan tidak dapat di jadikan sebagai pegangan, apalagi hanya bersifat lisan.

“Kalau Gubernur memang berani bertanggung jawab silahkan buat Pergub tentang pengelolaan lahan pertambangan liar tersebut agar bisa menjadi pegangan secara aturan,” ungkap Ade dalam rilisnya yang dibagikan di beberapa group WA, Rabu (6/3).

Ade juga menyebutkan sebagai pimpinan daerah, dalam hal ini terlihat Gubernur lemah dan tidak mampu mengatasi penambangan liar yang nampak jelas di depan mata, apapun alasannya.

“Bagaimana Gubernur dapat mengatasi hal serupa dipelosok pelosok daerah di seluruh kabupaten yang jauh dari pandangan mata beliau, sungguh hal yang sangat ironis,”tegasnya.

Apabila hal ini memang menjadi ketetapan, sudah sepantasnya juga dapat berlaku di seluruh wilayah di Babel ini dan jangan ada lagi penertiban dan penangkapan terhadap penambang penambang liar agar tidak terjadi kecemburuan dan perbedaan perlakuan terhadap masyarakat di Babel ini.

Diketahui sebelumnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, dalam pemberitaan di beberapa media menyatakan memberikan izin penambangan timah di kawasan Parit Enam, yang dekat dengan bandara Depati Amir.
Sebab menurutnya, selama ini penambang kucing-kucingan dengan aparat melakukan aktivitas pertambangan dilokasi tersebut.

“Sebelumnya lokasi ini enggak pernah dapat izin pertambangan, setiap hari razia, pagi dirazia mereka kerja malem, razia malem kerja pagi, daripada kucing-kucingan, silahkan kerja tapi terencana yang ada lobang tutup. Penambang wajib melakukan restorasi lingkungan dengan menanami lahan galian tambang dengan sorghum. Maka saya izinkan,” katanya, disela penanaman sorghum, Selasa (5/3/2019).

Lebih jauh dikatakan Erzaldi jika lahan yang merupakan IUP PT. Timah ini, sudah mendapatkan rekomendasi dari PT. Timah.
“Kalau ini berhasil dan tidak main-main, saya akan pantau bagaimana kelanjutannya, ini saya lihat beberapa lobang sudah ditutup dan akan ditanami sorghum,” imbuhnya.

Lahan yang menguntungkan, nantinya akan digarap pertambangan oleh warga yang selama ini dirazia oleh aparat.
“Bagi kami, lahan ini dimanfaatkan, bukan saja untuk diambil timahnya, rusak bumi kita kalau terus menerus diambil timahnya, tetapi ditimbun dan di tanami sorghum,” ujarnya.

Dia menambahkna tidak hanya kawasan ini saja, nantinya kawasan yang bersebrangan dengan lokasi saat ini rencananya juga akan diterapkan hal serupa, dimana akan ditambang dengan batas waktu tertentu, dan setelah itu direstorasi.

“Nanti saya minta habis dari ini harap rencana salurannya, jangan di biarkan mana kolong dan saluran, tapi ditata. Koordinasi dengan PUPR, dimana lokasi saluran nantinya,” ingatnya.

Harapannya apa yang dilakukan ini kalau berjalan lancar dengan pola ini, juga akan dilakukan di tempat lainnya.
“Saya akan kontrol dari atas kalau kebetulan naik pesawat, saya akan lihat, Ini lebih malu lagi karena dekat bandara dan kantor gubernur, ini aset Pemprov kalau dibiarkan salah,” tandasnya.

Erzaldi juga mengatakan daripada ditertibkan tidak menyelesaikan masalah dan dibiarkan juga tidak selesai.
“Kenapa kita enggak rencanakan baik-baik, sudah saatnya kita lakukan penataan, silahkan tambang, selesai tutup,
Ini bukan pilot project restorasi,” tukasnya.

Oleh karenanya kata dia, pekerja akan diminta untuk menyisihkan pendapatannya untuk menanam sorghum, sehingga dana restorasi ini bukan berasal dari dana reklamasi melainkan dari penambang itusendiri.
“Perkara nanti lahan ini mau diapakan itu belakangan, tergantung rencana tata ruang kita, target kita sebanyak 9 hektar ini nanti akan hijau, tapi kalau hanya ini, yang lain tidak, gak akan indah,” bebernya.

Dibeberkannya jika ia sudah berkoordinasi dengan pemilik lahan di kawasan tersebut, untuk menerapkan pola serupa.

“Masih banyak lahan di sekitar sini,, mereka harus bertanggungjawab untuk merestorasi lagi, kembali rata dan ditanam dengan sorghum,” pungkasnya. (Yuko/FkB)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.