JPKPemerintah Babel Hadir Untuk Membantu Pemerintah dan Warga Desa

Lokal

Kenali desamu dan Optimalkan Sumber Daya Alam yang ada di desa

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang РOrganisasi Kemasyarakatan  (ORMAS) Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKPemerintah) didirikan dengan maksud untuk turut berperan serta dalam upaya-upaya Pengawasan Kebijakan Pemerintah baik di tingkat daerah, maupun ditingkat Nasional, serta pengawasan pada kinerja pemerintah sebagai pemegang mandat kebijakan dari pusat.
Menjadi tekad Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKPemerintah) untuk berperan serta dalam membantu pengawasan dan pendampingan agar kinerja Pemerintah/Wakil Rakyat/Penegak Hukum dll dapat berorientasi pada tujuan peningkatan kemajuan dan kesejahteraan rakyat yang adil dan merata sesuai kebijakan pusat yang sesungguhnya, serta menanamkan nilai-nilai luhur kebangsaan yaitu Pancasila dan UUD 1945.

Menjadi Kekurangan dan Kelebihan JPKPemerintah adalah menjadi Organisasi yang Mandiri/otonom, bukan underbrow atau sayap kepartaian manapun dan bukan milik tokoh tertentu dan pejabat manapun. Kelebihan JPKPemerintah adalah terbebas dari unsur dan kepentingan tertentu sebagi Ruh Kehormatan dan Marwah JPKPemerintah. Siapapun, dari bendera apapun berhak untuk mengabdi sebagai Relawan Masyarakat untuk Indonesia.

Desa Berbura yang terletak di Kaki Taman Nasional Gunung Maras, Kec. Riau Silip Kab. Bangka yang di desanya terdapat masih banyak Kayu Puleh atau secara nasional dikenal dengan nama Kayu Pasak Bumi yang sedang diproduksi oleh Unit Pengerajin berupa Cangkir tak luput dari perhatian Ferdy dan setelah mampir di Desa Berbura dan menyaksikan Unit  IKM BUMDesa Tinji Maras membuat cangkir dengan cara yang masih sederhana dan kemudian berfikir bagaimana agar produksi cangkir meningkat. Maka, kemudian Ferdy bersama tim JPKPemerintah Babel merancang sebuah Mesin Bubut Mini dengan memodifikasi Mesin Air menjadi Mesin Bubut Mini.

“Alhamdulillah, Malam ini Sabtu 23 Feb 2019 Mesin Bubut Mini pun sudah serah terima dan langsung diterima oleh Direktur BUMDesa Tinji Maras Pak Baisudin untuk diteruskan ke Pelaku Industri Kecil Menengah. Dengan adanya Mesin Bubut Mini ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Pelaku IKM sbg Unit dari BUMDesa,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur, Sabtu (23/2)

 

*Hidupkan Lilin-Lilin Kecil Untuk Menerangi Bangka Belitung*

Desa adalah entitas terkecil dalam pemerintahan dan menempati posisi strategis dalam proses pembangunan nasional. Semakin kuat desa maka akan semakin kokoh pula bangsa dan negara pemerintah menyadari bahwa upaya mentasi kemiskinan, kesenjangan, dan keterbelakangan desa harus diberdayakan. Pemberdayaan desa yang menjadi inti strategi pembangunan dari pinggiran yang di gagas pemerintah dengan disahkannya UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa.  Inti dari undang-undang ini adalah pemberdayaan desa melalui upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan serta memanfaatkan sumberdaya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tahun 2018 memiliki empat kegiatan prioritas pembangunan desa. Kegiatan itu adalah memproduksi produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades); membuat embung desa; mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes); dan sarana olahraga desa. Pendirian BUMDes sangat penting bagi kemandirian ekonomi desa dan untuk Perioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2019 1 dari 19 point adalah Pemberdayaan/Pelatihan bagi Masyarakat.

BUMDes mendorong kontribusi keuangan desa dari hasil usaha mereka. Misalkan saja, ada satu proses produksi yang bisa dikelola BUMDes. Hal itu tentu lebih baik daripada dikelola individual. BUMDes bisa melibatkan banyak orang dan mampu berkontribusi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) desa.

PAD inilah yang akan dimanfaatkan oleh pemerintah desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Apabila BUMDes menjadi besar, tentu BUMDes berperan sebagai kekuatan ekonomi yang berbasis ekonomi kerakyatan. Ke depannya, desa justru memberikan kontribusi kepada negara karena desa tidak lagi meminta dana ke negara.

Dengan jumlah desa di seluruh Babel yang sejumlah 309 desa, merupakan satu potensi yang luar biasa untuk mewujudkan suatu kesejahteraan secara lebih merata. Kontribusi desa dengan segala potensi yang dimiliki sangat besar dalam menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Sebuah obor yang menyala di kota besar tidak akan mampu menjangkau seluruh Babel, tapi jika lilin-lilin kecil dari seluruh desa di Babel itu hidup pasti akan mampu menerangi Bangka Belitung yang kemudian menjadi dasar pemikiran dari *Program Satu Desa Satu Industri JPKPemerintah Bangka Belitung.* Melalui Program ini diharapkan Desa mampu menyalakan lilin _(Membangun Usaha Desa)_ dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam yang ada di desa.

Diakhir pertemuan Ferdy berharap agar warga di desa mengenal desanya dan kemudian mengoptimalkan Sumber Daya Alam yang ada di desa, agar desa menjadi kekuatan ekonomi dan kemudian Berjamaah Membangun Ulang Bangka Belitung. (**/Yuko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.