Anthoni si Terdakwa Kasus Pembelian dan Pengolahan Zirkon Ilegal Akhirnya Dikerangkeng

Hukum

 

Hon Apriyanto alias Anthoni terdakwa kasus pembelian dan pengolahan zirkon secara ilegal saat digiring ke sel tahanan, Rabu (20/2)

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang – Setelah beberapa waktu menikmati kenyamanan tahanan rumah, terdakwa Bos Zirkon Hon Apriyanto als Antoni putra dari Hon Phin selaku Direktur pabrik PT Indorec Sejahtera akhirnya harus kembali mendekam di sel tahanan LP Tua tunu.

Hal ini seiring dengan penetapan Majelis Hakim PN Pangkalpinang yang dibacakan langsung oleh ketua majelis hakim Qori Oktarina dengan hakim anggota Iwan Gunawan dan Hotma EP Sipahutar
usai mendengarkan dakwaan JPUP dari kejati Babel, Nur Sricahyawijaya terhadap Anthoni dalam sidang perdana perkara kasus pembelian dan pengolahan zirkon ilegal, Rabu (20/2).

“Menetapkan saudara terdakwa Hon Apriyanto alias Anthoni menjalani pengalihan tahanan rumah ke tahanan rutan. Penetapan ini berlaku sejak hari ini tanggal 20 Februari 2019 hingga 15 Maret 2019,” kata hakim ketua Qori Oktarina, Rabu ,(20/2).

BACA JUGA :  Soal Proyek Lelang Mamin Disdik Babel TA 2021, Kajati Daroe : Saya Tunggu Laporannya
Suasana sidang dakwaan kasus pembelian dan pengolahan zirkon ilegal dengan terdakwa Hon Apriyanto alias Anthoni, Rabu (20/2)

 

Penetapan pengalihan status tahanan dari tahanan rumah ke rumah tahanan oleh majelis hakim terhadap terdakwa Bos zirkon ini membuat sejumlah awak media dan LSM pegiat anti korupsi yang hadir sumringah.

“Alhamdulillah, majelis hakim di PN Pangkalpinang hari ini telah membuktikan bahwa di PN ini masih ada rasa keadilan dalam penegakan hukum. Majelis hakim bisa membuktikan jika penegakan hukum tidak tebang pilih,” ungkap salah satu wartawan nasional, Herman usai mendengarkan penetapan majelis hakim.

Seperti diketahui sebelumnya, penanganan perkara kasus bos zirkon Anthoni ini sempat menyedot perhatian publik. Pasalnya, si Anthoni selaku direktur PT Indorec Sejahtera sejak ditetapkan sebagaii tersangka kasus pembelian dan pengolahan mineral ikutan/ zirkon ilegal oleh penyidik di Polda Kep. Babel dan dilakukan penahanan rutan namun tidak berlangsung lama.
Selanjutnya Anthoni mendapat pengalihan dari tahanan rutan ke tahanan rumah. Demikian pula ketika kasusnya sudah dilimpahkan ke penuntutan di Kejati Babel, Anthoni juga tidak ditahan hingga bergulir ke pengadilan.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Kriminalisasi Terhadap Rudi Sahwani Dan Darmansyah Akhirnya Terjawab

Kenyamanan Anthoni menjalani tahanan rumah akhirnya harus berakhir setelah penetapan majelis hakim tersebut.

Berikut riwayat penanganan perkara Anthoni si bos zirkon hingga dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Pangkalpinang diawali polisi menahan sel sejak 13-9-2018 s/d 2-10-2018. Kemudian diperpanjang tahanan Rutan 2-10-2018 s/d 11-11-2018. Polisi kemudian mengubah tahanan Rutan jadi Kota sejak 13-10-2018 sd 10-01-2019.

Lalu, saat di kejaksaan, Jaksa penuntut melanjutkan tahanan kota 11-01-2019 s/d 27-02-2019. Di tingkat Pengadilan sebelumnya terdakwa Anthoni telah ditetapkan jadi tahanan rumah oleh majelis hakim yang diketuai Corry Oktarina dengan hakim anggota Iwan Gunawan dan Hotma EP Sipahutar, namun setelah sidang pembacaan dakwaan oleh JPU terhadap terdakwa, majelis hakim mengeluarkan penetapan baru yakni penetapan pengalihan tahanan rumah ke tahanan rutan sejak tanggal 20 Februari 2019 sampai 15 Maret 2019.

BACA JUGA :  Pasca Diputus Bebas oleh MA, Rudi: "Saya Segera Ambil Langkah Hukum"

Diketahui sebelumnya, kasus dugaan tindak pidana berupa pembelian, penampungan dan pengolahan mineral ikutan tanpa izin yang lengkap oleh PT. Indorec Sejahtera bermula saat Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung melakukan penggerbekan pabrik di jalan SLA Dusun III Batu Rusa, Merawang, Bangka, Rabu sore (12/9) sekitar pukul 14 WIB.

Dari penggerbekan dan pengecekan tersebut petugas mendapati diantaranya kegiatan pembelian, penampungan dan pengolahan mineral ikutan secara ilegal dimulai sejak bulan Juni 2018. Mineral ikutan yang diolahnya adalah zirkon, elminite dan monazite.(red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.