Debit Air di Pangkalpinang Tinggi Tapi Masih Aman

Lokal

 

 

Forumkeadilanbabel.com, Pangkalpinang- Debit air di kolong retensi Kacang Pedang hingga sungai Rangkui, dan sungai Parit lalang kota Pangkalpinang saat ini semakin meninggi disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi di kota Pangkalpinang.

Meskipun debit air di kolong dan sungai-sungai di kota Pangkalpinang sangat tinggi namun hingga saat ini lokasi yang biasanya digenangi air ketika debit air tinggi, alhamdulillah belum ada laporan masyarakat yang terkena dampak banjir.

Andi warga kecamatan Rangkui mengungkapkan bahwa sudah dua hari ini dirinya melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit air di kolong retensi Kacang Pedang hingga sungai Rangkui. Dikatakannya debit air setiap hari meningkat lebih tinggi dari biasanya.

“Debit air di kolong dan sungai saat ini semakin meninggi kami jadi was-was takut tragedi 2016 silam terjadi lagi,” ungkapnya kepada awak media tadi sore, Senin,(11/2)

Meningkatnya debit air di kota Pangkalpinang karena disebabkan oleh curah hujan yang sering terjadi dan disebabkan pasangan laut yang ikut masuk ke sungai Rangkui.

“Walaupun debit air tinggi namun tidak sampai satu meter. Bila satu meter lagi bisa meluap ke rumah-rumah penduduk, tapi hingga hari ini masih terkendali,” katanya

Sementara itu kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar saat ditemui berapa waktu lalu mengatakan saat ini dinasnya sudah melakukan pengerukan dari hilir hingga hulu sungai di kota Pangkalpinang.

“Saat ini kami sudah melakukan normalisasi sungai Rangkui, sungai dibelakang Pasar ikan hingga sungai di Teluk bayur. Hal ini untuk mengatasi masalah banjir di kota Pangkalpinang apa lagi saat ini sedang musim hujan,” sebutnya seusai mengahdiri rapat musrenbang di kantor Kecamatan Rangkui, kemarin.

Ia berharap semoga kegiatan normalisasi sungai-sungai di kota Pangkalpinang dapat mengatasi masalah banjir yang sering melanda kota Pangkalpinang.

“Bukan mau melawan kehendak Tuhan, upaya yang kami lakukan akan menanggulangi masalah banjir dikota Pangkalpinang,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ia juga menyebutkan akan membangun pintu air yang ada di Ketapang agar air laut tidak masuk ke kota Pangkalpinang agar tidak terjadi banjir.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar pembangunan pintu pengendalian air laut tersebut agar bisa dibantu anggarannya,” pungkasnya. (Yuko)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.